Tim “Scientist” di Balik Sukses GoFood

Dalam kurun empat tahun, GoFood telah berhasil menjadi layanan pesan-antar makanan online terbesar di Asia Tenggara. GoFood bisa mendongkrak omset para mitra merchant-nya hingga 3,5 kali lipat. Dan inilah Tim Scientist di balik sukses GoFood.

Memberikan dampak sosial yang besar kepada seluruh mitra dan masyarakat menjadi misi utama Gojek Group, unicorn asal Indonesia. Melalui salah satu layanannya, GoFood, Gojek berhasil tumbuh bersama dengan para mitra penjual (merchant)-nya. Sejak hadir pada 2015 hingga sekarang, GoFood sukses menggandeng 400 mitra merchant—dimana 96%-nya berskala UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Istimewanya, para mitra merchant UMKM tersebut rata-rata mengalami peningkatan omset 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung ke dalam ekosistem GoFood. Bahkan, merujuk studi yang dilakukan Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI), sepanjang 2018, mitra GoFood telah berkontribusi sebesar Rp 18 Triliun ke perekonomian Indonesia.

Di balik prestasi itu, ada tim marketing yang berhasil membawa pamor GoFood makin moncer sebagai layanan pesan-antar makanan online terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di bawah komando perempuan muda, Catherine Hindra Sutjahyo, tim marketing GoFood yang semuanya masih berusia muda terus memperkuat “taringnya” di segmen layanan pesan-antar makanan.

Saat ini, tim Marketing GoFood terdiri dari 22 orang, dimana setiap orang terbagi ke dalam beberapa divisi dengan fungsi yang berbeda-beda, di antaranya Brand Team yang bertanggung jawab untuk mengomunikasikan dan memperkenalkan GoFood kepada masyarakat luas; Marketing Intelligence Team yang mengumpulkan data dan melakukan analisis sebagai masukan untuk membantu tim Marketing mengambil keputusan bisnis; Offline Experience Team yang membantu merencanakan hingga mengeksekusi aktivitas offline yang berkesan bagi pelanggan setia GoFood; hingga Merchants Marketing Team yang membantu para merchant dengan memberikan informasi mengenai edukasi bisnis kuliner, tips & trick, keterbaruan fitur produk GoFood, dan promosi terkini,” papar Catherine, Chief Food Officer Gojek Group.

Lebih lanjut ia menegaskan, tim GoFood memiliki beragam stakeholder internal yang selalu berkolaborasi demi mendukung tercapainya tujuan bisnis dan komunikasi. Sebut saja, dengan Research, Business Intelligence, Legal, Corporate Affairs, Creative Labs, dan sebagainya.

Secara regular, dua minggu sekali, tim GoFood menggelar pertemuan untuk mengkoordinasikan pekerjaan dengan tim lain, termasuk komunikasi kepada tim manajemen yang membahas kemajuan proses pekerjaan, status pekerjaan, kendala yang dihadapi, dan kemungkinan pilihan solusi yang dapat dilakukan. “Di luar meeting regular, kami punya pertemuan ekspres yang kami beri nama stand up meeting agar isu dan solusi dapat cepat dilakukan.Selain itu, kami juga memanfaatkan berbagai saluran teknologi komunikasi, seperti platform chatting antar staff, conference call, hingga WhatsApp Group, yang memudahkan proses komunikasi dalam bekerja, termasuk dalam pengambilan keputusan,” ucapnya.

Sejumlah inovasi sekaligus kreativitas pun dilahirkan dari pertemuan berkala maupun stand up meeting. Diakui Catherine, dalam berinovasi, GoFood selalu memperhatikan tiga pilar utama yang ada dalam ekosistem Gojek, yaitu mitra merchant, konsumen, dan mitra driver yang ikut tumbuh bersama GoFood.

Dari sisi mitra merchant, tim GoFood selalu melibatkan mereka untuk mengikuti ragam program inovasi dan kampanye pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan. Selain itu, dari sisi edukasi, tim GoFood rutin menggelar pelatihan Gojek Wirausaha untuk mitra merchant agar dapat meningkatkan skala bisnis mereka.

Gojek Wirausaha adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka yang kini telah berhasil dilakukan sekaligus membina 8.000 lebih pelaku UMKM di 24 kota. Dalam hal ini, kami menggandeng lebih dari 19 partner, mulai dari pemerintah, komunitas UMKM, dan universitas di seluruh Indonesia,” paparnya.

Secara berkala setiap tahunnya, GoFood juga mempunyai dua kampanye besar, Hari Kuliner Nasional GoFood dan MaMiMuMeMo (Makan Minum Murah Menang Mobil). “Dalam menghadapi kompetisi, kami selalu berusaha berinovasi untuk menciptakan suatu ide yang baik dan memiliki dampak sosial yang luas. Sebab, program yang dilahirkan tim GoFood atau Gojek tidak hanya menguntungkan para konsumen setia GoFood, tetapi juga dapat membantu mitra driver, karena adanya gelombang pemesanan yang sangat tinggi ketika promo diadakan,” ia menguraikan.

Diakuinya, ide kreatif untuk menciptakan inovasi baru dan berdampak sosial biasanya muncul ketika tim GoFood memiliki safe environment, di mana setiap personil merasa aman jika ingin mengungkapkan ide atau pemikiran mereka.

Oleh karena itu, di tim GoFood, kami selalu memastikan agar terciptanya lingkungan yang nyaman bagi seluruh anggota tim dengan tidak adanya gap antar sesama. Kami sangat menjunjung keterbukaan dan kritik yang membangun. Jadi, saat seseorang mempunyai ide, ia harus berani untuk memperjuangkan idenya di saat orang lain di dalam tim men-challenge idenya. Dan, ide kreatif datang dari berbagai sumber, baik dari individual maupun dari hasil brainstorming tim,” ucapnya.

Di GoFood, menurut Catherine, para personil menyebut diri mereka sebagai scientist. Sebab, para personil tim harus mampu membaca perilaku pasar, mempelajari sensitivitas isu, dan terus membekali diri dengan cara-cara baru. Tidak jarang juga mereka melakukan program bundle dengan beberapa layanan Gojek lain, agar konsumen lebih tertarik dan memperoleh value yang lebih. 

Ia mencontohkan, tahun ini, tim GoFood telah roll out dua inovasi. Pertama, Fitur Ganti Lokasi. “Kami melakukan kampanye Sending Love Jarak Jauh (SLJJ) bertepatan dengan momen Valentine yang identik untuk mengekspresikan rasa kasih sayang di bulan Februari kemarin. Saat itu, GoFood meluncurkan fitur ganti lokasi yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menjelajahi berbagai kuliner dari area ataupun kota lain. Selain itu, dengan fitur ganti lokasi ini, GoFood juga ingin menegaskan komitmen untuk membantu memperluas cakupan wilayah pasar bagi para mitra merchant yang tergabung dalam GoFood,” ujarnya.

Kedua, GoGreener, yakni fitur opsi Alat Makan Sekali Pakai dan Tas Pengantaran Driver. GoFood sebagai layanan pertama Gojek yang menjalankan inisiatif ramah lingkungan bernama GoGreener meluncurkan fitur pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan di aplikasi dan menyediakan tas pengantaran dirancang khusus untuk mitra driver.

Inisiatif ini sejalan dengan prioritas Gojek sebagai karya anak bangsa untuk menciptakan dampak sosial dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup di wilayah terkait. Inisiatif GoGreener turut didukung oleh organisasi sosial, termasuk Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, PlastikDetox, dan WWF-Indonesia dalam implementasinya untuk mengedukasi para mitra dan konsumen yang tergabung dalam ekosistem Gojek,” ia menerangkan. 

Kendati personil tim dituntut untuk bergerak cepat dan tepat, dituturkan Catherine, tim GoFood memiliki kebiasaan makan siang bersama, dimana makanannya dipesan melalui GoFood untuk dinikmati bersama satu tim. “Sesibuk apapun kami, #PastiAdaJalan untuk tetap kenyang,” yakinnya.

Selain itu, tim GoFood juga menggelar outing bersama guna mencairkan dan mengakrabkan suasana, termasuk mensosialisasikan objektif dari pekerjaan yang telah dilakukan. “Ini kami lakukan agar sebagai satu tim, kami bergerak ke arah yang sama. Termasuk, mencapai tujuan dan memiliki transparansi dalam tim, sehingga suasana saling percaya dapat terbangun,” pungkasnya. *

Tags:
gofood Gojek UMKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)