Bagaimana Percakapan Real-Time Bisa Mengubah Prospek Menjadi Pelanggan

Judul Buku : Conversational Marketing: How the World's Fastest Growing Companies Use Chatbots to Generate Leads 24/7/365 (and How You Can Too)

Penulis : David Cancel dan Dave Gerhardt

Penerbit : John Wiley & Sons, Inc., 2019

Tebal Buku : 288 halaman

Benarkan conversational marketing merupakan panduan untuk menghasilkan prospek yang lebih baik dan menutup lebih banyak penjualan. Bagaimanapun diakui atau tidak, metode penjualan dan pemasaran tradisional telah gagal mengimbangi cara konsumen modern yang mengerti internet membeli barang dan jasa.

Anda ingin menonton film favorit Anda? Hanya beberapa tahun yang lalu, bila ingin menonton film favorit, Anda harus berjalan susah payah ke toko penyewaan video dan mengantri sehingga Anda dapat menyewa DVD atau kaset VHS. Hari ini, hanya dengan beberapa klik, Anda dapat menonton semua film favorit dan acara TV sesuai permintaan — tanpa antri.

Anda ingin ke bandara? Hanya beberapa tahun yang lalu, bila ingin ke bandara, Anda harus berjalan ke tempat taksi, atau mencoba memanggil taksi dari trotoar atau menelepon perusahaan taksi sehari sebelumnya. Kalau ingin menundanya, Anda harus menelepon kembali di pagi hari, dan kemudian tidak pernah tahu pasti apakah permintaan Anda bisa dipenuhi atau tidak.

Hari ini, Anda dapat menjadwalkan perjalanan di ponsel Anda dengan menekan satu tombol dan tiba di depan pintu dalam beberapa menit. Anda dapat memsan taksi dari tempat tidur Anda atau Anda sambil berdandan berkemas berangkat sambil terus memantau dan melacak posisi taksi yang Anda pesan melalui peta di aplikasi sehingga Anda tahu persis kapan Anda akan dijemput.

Dalam dunia real-time dan berdasarkan permintaan yang kita tinggali sekarang, di mana akses ke pasokan produk dan layanan yang tak ada habisnya hanya dengan beberapa klik saja, para pemasar dan tenaga penjualan yang berlomba-lomba agar bisnis berdamai dengan yang baru. Keseimbangan kekuatan telah bergeser.

Saat ini, pelanggan memiliki semua kekuatan. Dan perusahaan yang akhirnya menang di dunia baru ini tidak lagi menjadi orang yang memiliki pasokan, tetapi orang yang memiliki permintaan. Kenapa? Pertama, informasi produk kini tersedia dan bisa diakses secara gratis. Kini tak ada lagi hari-hari yang memungkinkan perusahaan menyimpan informasi tentang produk dan layanan mereka terkunci dan disembunyikan dari pelanggan potensial mereka.

Hari ini, berkat mesin pencari, ulasan situs web, dan rekomendasi media sosial tersedia dan mudah diakses sehingga pelanggan tidak perlu lagi bergantung pada pemasar atau tenaga penjualan. Pelanggan mendidik diri mereka sendiri dan membuat keputusan pembelian yang terinformasi.

Alih-alih hanya mengambil informasi dari perusahaan tentang produk atau layanan yang sepadan dengan harganya, atau dapat memecahkan masalah tertentu, pembeli saat ini dapat berkonsultasi dengan berbagai sumber daya. Mereka mendapat gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang diharapkan dari mereka.

Dan, tentu saja, pembeli hari ini tidak hanya meneliti dan mengevaluasi manfaat potensial dari produk yang sebenarnya; mereka juga mengevaluasi perusahaan itu sendiri dan tingkat layanan yang mereka berikan.

Kedua, konsumen mengharapkan interaksi real-time. Saat ini, miliaran orang di seluruh dunia menggunakan pesan rela-time untuk komunikasi sehari-hari mereka. Kini semakin banyak orang yang mengobrol dengan teman dan keluarga dengan menggunakan aplikasi seperti WhatsApp. Di tempat kerja, orang bisa mengobrol dengan rekan kerja melalui alat kolaborasi bertenaga olahpesan seperti Slack.

Implikasi dari pergeseran dalam cara orang berkomunikasi ini, ditambah dengan kenyataan bahwa orang sekarang dapat memesan begitu banyak produk dan layanan sesuai permintaan hanya dengan beberapa klik, harapan pelanggan juga semakin berkembang. Orang sekarang sudah dikondisikan untuk mengharapkan respons rela-time ketika mereka mengajukan pertanyaan. Mereka juga mengharapkan solusi instan ketika memiliki masalah.

Ketiga, pasokan menjadi tidak terbatas. Terlepas dari apapun produk atau layanan Anda, saat ini tersedia banyak opsi yang dapat dipilih sebagai pembeli. Dalam banyak kasus, banyak pesaing yang berjuang untuk merebut rupiah Anda. Lihat saja, di supermarket misalnya, coba Anda dihitung berapa banyak merek keripik yang Anda lihat di rak.

Sebagai pelanggan, itu artinya orang saat ini memiliki lebih banyak pilihan dan bisa lebih selektif. Sebagai pemasar dan tenaga penjualan, itu berarti bahwa mereka tidak dapat lagi mengharapkan perusahaan untuk menang dalam kategori tertentu hanya dengan "muncul" dengan produk kita — bahkan jika itu adalah produk yang baik.

Buku ini berusaha untuk membuka wawasan bagi pemasar misalnya tentang aplikasi perpesanan modern, yang memungkinkan terjadinya percakapan real-time dan umpan balik instan. Bagaimanapun realitas ini sangat penting karena telah mengubah cara orang berinteraksi dalam kehidupan pribadi dan professional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)