BAGAIMANA BRIDGERTON MENGUBAH ERA REGENCY YANG KAKU MENJADI TREN

"Bridgerton" mengubah era Regency yang dulunya kaku menjadi tren global dengan pemasaran cerdas dan branding brilian, menjadikan serial ini fenomena yang sangat diminati.

,

.

Bridgerton berhasil membuat era Regency yang dulunya dianggap kaku menjadi tren yang sangat diminati. Ini tak bisa dilepaskan dari peran pemasaran cerdas dan branding yang brilian. Langkah berani  itu  membuat serial ini menjadi fenomena global, dan di balik kesuksesan tersebut terdapat strategi yang terencana dengan baik.

Bridgerton adalah serial drama periode yang diproduksi oleh Shondaland dan tayang di Netflix, diadaptasi dari novel Julia Quinn. Cerita ini berfokus pada kehidupan cinta delapan saudara keluarga Bridgerton dalam masyarakat kelas atas Inggris di era Regency. Pemeran utamanya termasuk Jonathan Bailey dan Phoebe Dynevor.

Era Regency adalah periode dalam sejarah Inggris yang berlangsung dari tahun 1811 hingga 1820. Ini ditandai dengan pemerintahan Pangeran George sebagai Pangeran Bupati, menggantikan ayahnya, Raja George III yang sakit.

Jonathan Bailey, yang berperan sebagai Anthony Bridgerton, bahkan merasakan dampak ini saat dia berada di rumah mandi di Maroko. Seorang wanita mendekatinya dan mengatakan bahwa dia menyukai "Bridgerton". Ini adalah bukti bahwa pengaruh serial ini telah menyebar ke seluruh dunia.

Serial yang diadaptasi dari novel Julia Quinn ini telah memecahkan rekor penonton sejak tayangan perdananya pada tahun 2020. "Bridgerton" bukan hanya drama sejarah biasa; dengan adegan-adegan panas, casting yang beragam, dan sentuhan modern seperti soundtrack orkestra yang mengcover lagu pop, serial ini berhasil menarik perhatian penonton dengan sesuatu yang familiar namun unik.

Kesuksesan "Bridgerton" juga mendorong berbagai merek untuk berkolaborasi dengan Netflix. Contohnya adalah Kitsch, yang merilis koleksi perawatan rambut terinspirasi dari gaun karakter Daphne Bridgerton. Republic of Tea juga menciptakan teh dengan rasa khusus yang mencerminkan karakter-karakter dalam serial ini.

Namun, kesuksesan pemasaran "Bridgerton" tidak hanya terbatas pada produk-produk yang jelas berkaitan dengan era Regency. Bath & Body Works, misalnya, merilis cermin tilting berwarna emas yang terinspirasi dari salah satu adegan paling dinantikan di musim terbaru. Produk ini terjual habis dalam dua minggu, menunjukkan betapa kuatnya daya tarik branding "Bridgerton".

Williams Sonoma juga merilis koleksi peralatan rumah tangga yang mencakup keranjang piknik, teko cokelat yang dapat dipecahkan, dan kalender hitung mundur delapan hari yang menawarkan kejutan untuk setiap episode di musim ketiga. Kendall Coleman dari Williams Sonoma mengatakan bahwa tren desain yang feminin dan maksimalis sangat sejalan dengan popularitas "Bridgerton".

Pemasaran "Bridgerton" yang cerdas juga menciptakan pengalaman eksklusif bagi penggemarnya. Sebelum penayangan perdana musim ketiga, Netflix mengubah sebuah plaza di New York City menjadi pasar gaya Regency, lengkap dengan produk kolaborasi dan penampilan para aktor. Lebih dari 2.000 penggemar dan influencer datang, beberapa bahkan mengenakan pakaian era Regency, untuk merasakan langsung dunia "Bridgerton".

Dengan strategi pemasaran yang kuat dan branding yang brilian, "Bridgerton" telah berhasil membawa era yang kaku kembali menjadi tren yang sangat diminati. Kesuksesan ini bukan hanya kemenangan bagi serial tersebut, tetapi juga bagi para penggemar yang kini bisa merasa menjadi bagian dari dunia yang mereka cintai.

Sumber: Business Insider, Los Angeles Times, dan MINT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)