Inilah Jenis Pers Rilis yang Paling Dicari Jurnalis

Kebanyakan jurnalis masih menggunakan pers rilis dalam membuat suatu pemberitaan. Menurut hasil survei bertajuk Business Wire Media Survey 2014, sebagaimana dikutip dari artikel Jahana Hayes yang dilansir di situs www.prweek.com, lebih dari 90 persen jurnalis membuat artikel yang diangkat dari pres rilis pada satu minggu sebelum survei dilaksanakan.

pressrelease-image

Pers rilis memberikan kemudahan bagi para jurnalis untuk membuat berita yang relevan dengan target pembacanya. Walaupun banyak jurnalis yang memanfaatkan pers rilis sebagai bahan berita, namun mengapa masih banyak pers rilis yang tidak diangkat menjadi berita?

Masih menurut survei yang sama, jenis pers rilis yang paling banyak dicari oleh jurnalis adalah : breaking news (77%), fakta -fakta pendukung (70%), cerita yang memiliki angle menarik (66%), sumber-sumber yang dapat dikutip (52%), latar belakang perusahaan (50%), topik yang sedang hangat di industri (49%), dan multimedia pendukung (29%).

Heyes memberikan beberapa poin bagi para praktisi PR untuk dapat membuat pers rilis yang dapat merangkul informasi yang dibutuhkan oleh para jurnalis:

1. Dapat Dimengerti

Manfaatkan headline sebagai media untuk meng-engage pembaca. Buatlah para jurnalis segera menangkap insight mengapa mereka harus peduli dengan pers rilis yang Anda kirimkan.

Pastikan agar mereka mengetahui inti informasi yang Anda berikan sejak paragraf pertama, namun tetap tidak mengulangi apa yang sudah ditulis di headline. Jika para pembaca harus mencari sendiri inti informasi di paragraf-paragraf selanjutnya, mereka cenderung akan kehilangan minat untuk membaca pers rilis hingga selesai.

Menurut sebuah survei bertajuk “Disrupting the Press Release” yang dilakukan oleh sebuah firma PR bernama Greentarget terhadap 100 orang jurnalis, hampir 70 persen partisipan mengungkapkan bahwa mereka mengalokasikan waktu kurang dari satu menit untuk membaca sebuah pers rilis. Artinya, praktisi PR benar-benar harus memanfaatkan bagian awal rilis untuk dapat menarik ketertarikan jurnalis terhadap informasi yang mereka hadirkan.

2. Apakah Headline Benar-benar Membantu Anda?

Meskipun headline merupakan hal yang esensial, dan beberapa orang menyebutnya sebagai elemen terpenting dalam sebuah pers rilis, namun bagian ini justru sering kali menjadi yang paling tidak jelas. Sebuah headline seharusnya mampu segera memberitahu pembaca mengenai “siapa” dan “apa” di dalam pers rilis Anda. Apa contoh ini terdengar familiar? “Foreclosure Expert Available” atau “CEO Receives Award”. Dapatkah Anda mengetahui siapa yang membuat pers rilis tersebut? Dan, setelah Anda membaca headline tersebut, mengapa Anda harus peduli?

Sebuah headline yang baik harus bersifat deskriptif dan singkat -mengungkapkan kepada pembaca mengenai apa isi berita Anda sehingga mereka perlu membacanya lebih lanjut. Contoh headline yang baik seperti berikut: “Control4 Mobile App Now Available for Amazon Fire Phone."

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)