BKP Berikan Bantuan Hunian Baru untuk Asrama Putri di Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang

MIX.co.id - PT Bina Karya Prima (BKP) baru-baru ini memberikan bantuan hunian baru di asrama pondok bagi siswa putri di Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang, yang merupakan sekolah informal yang menampung siswa-siswi pemulung sampah yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantar Gebang.

BKP sebagai salah satu perusahaan fastmovingconsumergoods(FMCG) di Indonesia dengan berbagai merek—seperti Tropical cooking oil, Shinzu’i soap and personal care, Zen antibacterial soap, forVITA margarine, dan sebagainya—memiliki komitmen terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Diungkapkan Aristo Kristandyo, Sr.VP Marketing PT Bina Karya Prima,kegiatan BKP di Sekolah Alam Bantar Gebang merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan oleh Tropical cooking oil, salah satu merek produk konsumen dari BKP pada Hari Peduli Sampah Nasional 2021 dan Hari Anak Nasional 2022.

”Melihat adanya peningkatan jumlah siswa siswi yang mengenyam pendidikan di Sekolah Alam Tunas Mulia setiap tahun dan juga peningkatan hunian di asrama pondokan, maka kami terdorong untuk memberikan bantuan hunian, terutama bagi asrama pondokan putri yang kondisi bahan bangunannya sangat sederhana dari bambu, tripleks, serta tidur beralaskan tikar untuk menampung sebanyak 25 anak putri di hunian tersebut,” paparnya.

Tahun 2024 ini, lanjutnya, BKP membantu menyediakan hunian baru yang nyaman serta tempat tidur untuk hunian anak putri, yang tahun ini mulai bertambah menjadi 36 anak. Bantuan hunian baru ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para siswi saat bersama-sama mengerjakan tugas dari sekolah serta menjadi tempat yang nyaman saat beristirahat.

“Kami meyakini rumah adalah tempat pertama bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan non-formal dengan baik, sebagai tempat merajut cita-cita. Kiranya hunian baru bagi para siswi di asrama pondokan ini dapat menjadi rumah untuk mencapai masa depan yang lebih baik dalam mencapai cita-cita,” harap Aristo.

Sementara itu, dikatakan Juwarto, Pendiri Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang, “Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang, termasuk dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), ijazah yang dikeluarkan saat lulus SMA setara dengan sekolah formal SMA yang dapat langsung dipakai melanjutkan ke perguruan tinggi untuk mengambil gelar Sarjana. Keberadaan sekolah ini di kawasan TPST Bantar Gebang.”

Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang adalah sekolah informal yang menampung siswa-siswi pemulung sampah yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantar Gebang. Sekolah dengan jenjang Pendidikan mulai dari Tingkat PAUD hingga SMA ini mendapatkan pengajaran dari para tenaga sukarela sebagai guru yang mengajarkan pendidikan agama, membaca, berhitung dan beberapa mata pelajaran yang ada pada sekolah formal pada umumnya.

“Tahun ajaran 2023-2024 sekolah ini menampung 275 siswa, di mana sebagian dari siswa-siswi menghuni asrama pondok yang disediakan satu area dengan sekolah ini,” pungkas Juwarto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)