Herbalife dan Habitat for Humanity Berkolaborasi Bangun Fasilitas Sanitasi di Mauk

Stunting dan sanitasi masih menjadi masalah utama di Indonesia. Salah satunya, di daerah Tangerang, yang 2.934 anak-anaknya berpotensi menderita stunting atau gangguan pertumbuhan yang diakibatkan kekurangan gizi. Sementara itu, diketahui bahwa akar penyebab stunting di Kecamatan Mauk, Tangerang, adalah kurangnya sanitasi yang baik. Tahun 2018, ada 18% keluarga di Mauk yang rentan tidak memiliki toilet.

Fakta itulah yang membuat Herbalife Nutrition Indonesia berinisiatif menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bersama Habitat for Humanity Indonesia di kecamatan Mauk, Tangerang.

Dipaparkan Intan Pratiwi Darmawanti, Corporate Communication Manager Herbalife Nutrition Indonesia, pada acara Webinar bertajuk 'Kemitraan Multi Pihak Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman' pada hari ini (1/12), program CSR di Mauk ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga yang tinggal di Mauk melalui pengentasan praktik BAB (Buang Air Besar) sembarangan.

"Ada dua program yang kami gelar di Mauk. Pertama adalah membangun fasilitas sanitasi yang terdiri dari 15 toilet individu, 4 unit toilet umum, 1 unit toilet sekolah, serta 1 unit Water Point dan sarana cuci untuk warga. Kami juga menggelar edukasi nutrisi dan sanitasi sehat dengan melibatkan karyawan Herbalife. Edukasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penerapan praktik-praktik higienis," urai Intan.

Sejatinya, kemitraan melalui program CSR ini untuk mendukung upaya berkelanjutan pemerintah dalam mengentaskan stunting dan masalah kekurangan gizi di masyarakat. "Program CSR berupa pembangunan toilet ini sudah dimulai pada 2020 ini. Dan, ini akan menjadi program berkelanjutan ke depannya," ucap Intan.

Lebih jauh ia menerangkan, program CSR ini merupakan bagian dari kampanye Herbalife global "Nutrition for Zero Hunger". Kampanye global ini adalah inisiatif antara Herbalife Foundation dan Herbife Nutrition untuk mengatasi meningkatnya kelaparan, kekurangan pangan, dan kekurangan gizi. "Kampanye global ini sejalan juga dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, UNSDGs," pungkas Intan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)