Indofood Usung Program "Pendidikan Sarapan Sehat"

Salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan gizi seimbang adalah membuat gerakan Sarapan Sehat. Oleh karena itu, sebagai produsen makanan, Indofood Group memutuskan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan gizi seimbang lewat Program "Pendidikan Sarapan Sehat". Program berkelanjutan yang sudah dimulai sejak tahun 2015 itu, kali ini telah memasuki tahun ketiga. Tema yang diusung pada tahun ini adalah "Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi". Gerakan yang dihelat dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia (yang jatuh pada 7 April) dan Hari Pendidikan Nasional (yang jatuh pada 2 Mei) itu, menggandeng Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia. Dijelaskan General Manager Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Stefanus Indrayana, "Kami mendukung program Pendidikan Sarapan Sehat karena Indofood ingin memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan gizi bangsa. Antara lain, melalui produk-produk kami maupun melalui kegiatan Sarapan Sehat yang sudah kami lakukan bersama Pergizi Pangan Indonesia sejak tahun 2015." Dalam rangkaian program Pendidikan Sarapan Sehat, ditambahkan Stefanus, Indofood menyajikan alternatif menu sarapan dengan gizi seimbang berupa Indomie Goreng sebagai sumber karbohidrat dilengkapi dengan telur untuk protein dan sayur, serta minuman berupa air mineral Club dan susu Indomilk. Program "Pendidikan Sarapan Sehat" tahun ini digelar di 11 kota, yakni Tangerang, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Wonogiri, Purwodadi, Sragen, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Jember. Program tersebut ditargetkan menjangkau 26.500 anak-anak dan Guru Sekolah Dasar, orangtua, mahasiswa, dan dosen. "Kegiatan Pendidikan Sarapan Sehat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak dan guru sekolah serta orangtua tentang manfaat sarapan, tips sarapan sehat, dan jajanan aman," jelas Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Dr. Hardinsyah MS. Program Pendidikan Sarapan Sehat digelar selama tiga hari di masing-masing lokasi, dengan menyajikan sejumlah aktivasi. Mulai dari pelatihan kepada fasilitator program Pendidikan Sarapan Sehat--dalam hal ini dosen dan mahasiswa Program Studi Gizi dan Boga dari 12 Perguruan Tinggi; pelatihan sarapan sehat bagi para guru; edukasi sarapan sehat bagi anak-anak sekolah dan orangtua; serta kompetisi foto dan video di media sosial guna mengamplifikasi program. "Tentu saja, agar pesan Sarapan Sehat mudah dipahami dan ditetapkan, kami mengemasnya dengan cara yang menarik. Antara lain, menghadirkan komik Ayo Sarapan Sarapan Sehat, Cakram Alternatif Sarapan Sehat, dan Yel-Yel Sarapan Sehat yang fun," lanjut Prof. Dr. Hardinsyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)