Harpic Gelar Kampanye “Aksi Toilet Bersih”

Untuk pertama kalinya, Harpic menggelar kampanye “Aksi Toilet Bersih” di Indonesia. Dimulai sejak 27 November hingga 30 Desember 2019, kampanye “Aksi Toilet Bersih” berhasil menghimpun 3.545 produk Harpic yang akan didonasikan.

Dijelaskan Karim Kamel, General Manager Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia, sebagai produk pembersih untuk semua masalah kebersihan toilet, Harpic memiliki komitmen untuk menjadi bagian dalam mengatasi krisis kebersihan dan sanitasi global.

Selain itu, bersama dengan mitra kerja lainnya, Harpic juga ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perubahan perilaku hidup bersih dengan toilet dan sanitasi layak. Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan,” ujar Karim pada hari ini (31/1) di Jakarta.

Ditambahkan Luis Ramirez, Marketing Director Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia, kampanye “Aksi Toilet Bersih” memang merupakan kampanye yang pertama kali di Indonesia. “Namun, sebelumnya, kampanye ini sudah pernah digelar di sejumlah negara, seperti India, Pakistan, Peru, dan Meksiko,” tuturnya.

Sebagai langkah awal kampanye, papar Luis, Harpic telah mengajak masyarakat untuk berkontribusi memberikan akses terhadap toilet yang lebih bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kampanye dimulai dengan ide yang sederhana, yakni dengan membeli dua produk Harpic untuk membersihkan toilet rumah melalui e-commerce Shopee dan Lazada, pembeli berkesempatan untuk menyumbangkan 1 produk Harpic bagi mereka yang membutuhkan akses terhadap toilet bersih.

Selama periode kampanye, kami berhasil mengumpulkan 3.545 produk yang kemudian akan didonasikan kepada KOMIDA (Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa),” lanjut Luis.

Tak hanya donasi produk, melalui kampanye “Aksi Toilet Bersih”, Harpic juga akan menggelar edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya akses sanitasi layak bagi kesehatan.

Kami tengah merancang berbagai kegiatan edukasi terkait kampanye Aksi Toilet Bersih bersama brand ambassador Harpic, Darius Sinathrya, dan berbagai mitra seperti Water.org, SATO, dan KOMIDA. Saat ini, kami memang masih fokus di area Pulau Jawa,” ungkap Luis.

Keputusan Harpic menggelar kampanye itu cukup dimaklumi. Selain memang selaras dengan produknya, data WHO/UNICEF pada tahun 2012 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia dimana penduduknya masih mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS). Kebiasaan tersebut menyebabkan sekitar 150.000 anak Indonesia meninggal setiap tahunnya karena diare dan penyakit lain yang disebabkan sanitasi yang buruk.

Data terkini dari situs monitor Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dimuat di website Kementerian Kesehatan RI menunjukan bahwa masih ada 8,6 juta rumah tangga yang anggota keluarganya masih mempraktikkan BABS per Januari 2020. Bahkan, 4.5 juta rumah tangga di Pulau Jawa masih mempraktikkan BABS.

Sementara itu, merujuk data KSP Mitra Dhuafa (KOMIDA), dari 735.957 anggotanya yang tersebar di 287 kabupaten dan daerah di Indonesia, hanya 551.435 anggota yang memiliki toilet dan septictank. Selanjutnya, ada 105.821 anggota yang memiliki toilet, namun tidak tersambung septictank, dan 78.701 anggota yang belum memiliki toilet.

Menjawab masalah itu, KOMIDA melakukan aksi nyata dengan memfasilitasi anggota berupa pinjaman Sarana Air Bersih dan Sanitasi. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur Harpic turut ambil bagian dalam upaya menyediakan toilet yang lebih bersih bagi masyarakat melalui kampanye Aksi Toilet Bersih ini,” tutup Sugeng Priyono, Direktur Operasional KOMIDA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)