Mengintip Inisiatif Coca-Cola "Plastic Reborn"

Inisiatif Plastic Reborn yang telah digelar Coca-Cola Indonesia sejak 2018 lalu, kembali berlanjut di tahun ini. Mengusung gerakan  #BeraniMengubah, kali ini Coca-Cola menggelar aktivasi edukasi kepada media dan blogger. Kegiatan edukasi yang digelar pada pertengahan Juni ini (13/6) di Jakarta itu, menghadirkan sejumlah pembicara dan pakar. Di antaranya, Professor Enri Damanhuri, Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung dan Iqbal Alexander, Pendiri Komunitas Kertabumi Klinik Sampah.

Dijelaskan Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia, “Coca-cola Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk turut aktif mengatasi permasalahan plastik di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen The Coca-Cola Company, yaitu World Without Waste."

Lebih Lanjut ia menegaskan bahwa visi perusahaan untuk mewujudkan World Without Waste dimulai dengan membangun pemahaman bahwa kemasan makanan dan minuman adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat modern. Namun, juga tidak melupakan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengurangi sampah kemasan secara global. 

"Oleh karena itu, gerakan ini kami hadirkan sebagai upaya untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa plastik jangan dilihat sebagai sampah. Melalui gerakan ini, kami juga mendorong para peserta untuk menjadi agen-agen perubahan dengan mulai berkontribusi dalam menangani sampah plastik di Indonesia," harap Triyono.

Komitmen Coca-Cola terhadap penyelesaian masalah sampah di Indonesia, tambah Triyono, juga diwujudkan bersama dengan mitra pembotolan lewat dua program utama. Pertama, “Investing in the Planet” (Investasi untuk Bumi). Melalui program itu, setiap botol atau kaleng yang terjual oleh Coca-Cola dan mitranya (Coca-Cola system) secara global akan dikumpulkan  kembali dan didaur ulang hingga memiliki nilai ekonomis.

"Melalui tiga pilar World Without Waste, yakni Design-Collect-Partner, Coca-Cola memiliki komitmen tinggi untuk melakukan pengumpulan (botol plastik) dan mendaur ulang setiap botol plastik yang terjual dan dikonsumsi oleh masyarakat di tahun 2030. Untuk kegiatan pengumpulan botol bekas, kami telah menghadirkan Dropbox Sampah Botol Plastik di Jakarta dan Bekasi, masing-masing 100 titik. Lokasi Dropbox antara lain di sekolah, perkantoran, dan tempat umum lainnya. Untuk pengumpulan dan pengolahannya, kami bekerja sama dengan LSM," ujarnya.

Kedua adalah “Investing in Packaging” (Investasi pada kemasan). Melalui program ini, The Coca Cola Company mendukung konsep circular economy melalui investasi multi-tahun dan jutaan dolar yang mencakup kerja berkelanjutan untuk membuat seluruh kemasan produk Coca-Cola 100% dapat didaur ulang pada tahun 2025. Termasuk, menyertakan 50% konten daur ulang di seluruh kemasan pada tahun 2030. "Tidak sampai tahun 2025, saat ini seluruh kemasan produk Coca-Cola, 100% sudah dapat didaur ulang," ia menutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)