Sharp Gelar Program Pemberdayaan Petani “Sharp Mapan”

Sharp resmi meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) “Sharp Mapan (Membina Masyarakat Produsen Pangan Mandiri)” pada pertengahan Juli ini. “Sharp Mapan”  merupakan program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini juga sebagai upaya Sharp dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah guna peningkatan ketahanan pangan nasional.

Sejatinya, program ini sejalan dengan program yang dijalankan oleh Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) Sustainable Development Goals (SDG) sebagai ajakan bertindak bagi orang-orang di seluruh dunia untuk mengatasi lima bidang penting pada tahun 2030, yakni manusia, planet, kemakmuran, perdamaian, dan kemitraan.

Di program ini, Sharp menggandeng yayasan nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT). Itu sebabnya, program CSR ini mengadopsi program “Masyarakat Produsen Pangan Indonesia” (MPPI) yang diinisiasi oleh ACT.

“Melalui Program ini Sharp Indonesia ingin memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan buruh tani dengan menyediakan lahan sawah seluas 20 hektar untuk di kelola secara mandiri oleh kelompok-kelompok tani yang terpilih. Tidak hanya itu, para buruh tani pun akan dibantu dalam permodalan pengadaan sarana produksi padi (Saprodi) dan dibekali beragam pengetahuan guna meningkatkan ilmu serta keahlian mereka dalam menggarap serta mengelola hasil panen hingga pendistribusian,” ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Lebih jauh ia menjelaskan, petani dipilih berdasarkan beberapa kriteria di antaranya adalah petani penggarap dari keluarga pra sejahtera dan merupakan tulang punggung keluarga. Dari segi pemilihan lokasi, kriteria utamanya adalah daerah tersebut merupakan lumbung pangan, daerah subur dan memiliki sumber air yang baik.

“Sharp Indonesia meyakini dengan membantu upaya pemerintah dalam peningkatan ketahanan pangan dapat mendorong kesejahteraan di negeri ini. Kami berharap program ini akan mampu menghidupkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui pelatihan perniagaan dan pemasaran, serta mengubah pola pertanian kimia menuju pertanian alami,” katanya.

Pada tahap awal, program Sharp Mapan menyediakan lahan seluas 7 hektar yang digarap lebih dari 230 petani. Bertempat di Desa Pacing, Kecamatan Jatisari, Karawang Timur, Sharp Mapan pun melakukan pembentukan koperasi  sebagai wadah bagi para petani mendapatkan kebutuhan saprodi,  meningkatkan pengetahuan, dan sebagai alat advokasi bagi petani untuk memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam mempertahankan aset dan haknya.

Guna meningkatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas, program ini akan menggunakan benih unggul seperti GMP-40 dan HMS 700. Khusus untuk benih HMS 700 ditemukan dan dikembangkan oleh Prof. Dr. Hariyadi seorang ahli genetika pertanian yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Budidaya Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap.

Sharp Mapan tahap I akan melakukan panen raya di akhir  Oktober dengan target panen 6,5 ton.  Selanjutnya, Sharp Mapan tahap 2 akan segera dijalankan pada masa tanam berikutnya pada awal November 2021 mendatang, di lokasi yang sama dengan skala yang lebih besar. Memiliki luas 13 hektar Sharp Mapan tahap 2 akan melibatkan ratusan petani lainnya, sebagai upaya pemerataan kesejahteraan petani di Karawang.

“Sharp Indonesia akan memantau kegiatan ini hingga para petani dapat melakukan sistem pertanian baru serta perniagaan secara mandiri, sehingga mereka menduplikasi program ini ke wilayah lainnya,” tuturnya.

Tidak hanya memiliki manfaat bagi para petani, program ini pun memiliki dampak positif bagi masyarakat desa lainnya, dengan melibatkan para pemuda desa untuk membantu dalam hal pendampingan program.

“Para pemuda akan dilatih dan diberikan wawasan untuk bisa membantu para petani dalam menjalankan program hingga selesai. Hal ini pun dilakukan sebagai bentuk pengenalan bagi para pemuda desa akan sistem pertanian modern. Harapannya, akan bermunculan petani-petani usia muda yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan pertanian di Indonesia, sehingga tujuan peningkatan ketahan pangan nasional akan tercapai dan perekonomian di Indonesia dapat meningkat,” tutupnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)