Line Ciptakan Brand Experience Lewat Mobile Drama

Sebagai upaya menciptakan brand experience bagi penggunanya, Line meluncurkan kampanye dengan konsep mobile drama bertajuk Nic and Mar pada Kamis (12/3), dengan menggandeng dua bintang film ternama Indonesia, Nicholas Saputra dan Maria Renata.

"Kampanye sebelumnya yang mengangkat cerita film populer AADC (Ada Apa Dengan Cinta) bertujuan untuk memperkenalkan fitur Find Alumni. Kali ini kami ingin memberikan experince baru bagi user kami dengan menhadirkan Line Mobile Drama berjudul Nic and Mar, dilengkapi dengan sticker Bonjour: Nic and Mar," ungkap Galuh Chandra Kirana, Team Marketing Leader Line Indonesia.

LINE Hadirkan brand experince baru, LINE luncurkan Line Mobile Drama berjudul 'Nic and Mar'.

Kampanye ini, klaimnya, adalah yang pertama dilakukan oleh aplikasi instant messenger. "Core brand kami adalah inovasi, baik dari service maupun cara berkomunikasi kepada publik. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk berinovasi dan kami adalah yang pertama melakukannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, kampanye ini berangkat dari insight yang sedang menjadi tren di Indonesia. "Pertama adalah travel. Masyarakat Indonesia menyukai traveling baik ke luar maupun dalam negeri. Kedua, adalah social TV. Di era digital ini, menonton itu tidak harus melalui TV di rumah, tapi juga di smartphone. Apalagi penetrasi smartphone cukup besar di sini. Ketiga adalah content marketing yang sedang booming," paparnya.

Agar dapat menyaksikan serial ini, pengguna Line harus add akun Line Story. Nantinya, akun tersebut akan memberi notifikasi tautan video setiap Kamis dan Jumat. Serial ini terdiri dari 7 episode dan setiap episodenya berdurasi 6-7 menit.

"Kami punya platform sendir. Jadi buat apapun kami coba push lewat platform yang kami punya. Semua link kami kirimkan lewat Line. Jadi kami harap bisa menciptakan experience baru bagi user kami," tuturnya.

Saat ini Line Indonesia memiliki 30 juta pengguna aktif tiap bulannya, dan menempati urutan ke empat setelah Jepang, Taiwan, dan Thailand. Galuh menuturkan Line tidak khawatir terhadap pasar instant messenger yang semakin menjamur.

"Pengguna smartphone terus bertambah setiap tahun, artinya market-nya tambah luas. Jadi kami berharap perkembangan Line sehat di tahun berikutnya. Kami tidak punya target tertentu, yang penting adalah brand kami kuat disini. Caranya adalah dengan localized content," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)