TOKOPEDIA CETAK PEBISNIS ONLINE DARI PENGHUNI LAPAS

Godo Tjahjono, PhD., Pengamat Social Marketing:
PERLU KONSISTEN UNTUK MENGUKUHAN IMAGE SOSIAL

Program social marketing yang dilakukan Tokopedia memang cukup unik, mengedukasi para binaan lapas untuk melek internet dan memanfaatkannya untuk menjalankan bisnis secara online. Tentunya, menurut saya, program ini sejalan dengan konsep yang diperjuangkan Tokopedia, yakni memberi manfaat bagi banyak orang, dan program diselenggarakan dengan konsisten.
Program diharapkan pula dapat mengubah pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan sosial marketing tersebut. Dalam hal ini, diharapkan makin banyak warga binaan lapas yang mempraktikkannya, menjadi pebisnis untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka, baik saat di lapas maupun setelah bebas nantinya.
Tokopedia memahami bahwa para mantan binaan lapas nantinya kesulitan mendapat pekerjaan. Oleh sebab itu, langkah preventif dilakukan Tokopedia dengan membekali mereka tentang cara berbisnis melalui internet agar mereka bisa menjalankan usaha sendiri sebagai wiraswasta. Dampak dari kegiatan social marketing ini adalah terbangun brand image program social Tokopedia yang positif di benak khalayak.
Program ini adalah permulaan. Brand image yang terbangun pun belum meluas. Oleh sebab itu, penting bagi Tokopedia untuk lebih mengukuhkan atau meningkatkan brand image tersebut dengan cara melakukan kegiatan sosial serupa di lapas-lapas lain di Tanah Air yang telah memiliki program pembinaan.
Misalnya saja lapas di Medan di mana para penghuninya telah diberi ketrampilan membuat roti dan menjualnya. Menurut saya, masih banyak lapas yang memliki program binaan serupa tapi belum tersentuh edukasi untuk memasarkan produk buatannya secara online. Ini menjadi tantangan bagi Tokopedia dalam upaya membangu brand image sebagai situs e-comerce yang peduli pada warga binaan lapas.
Saat produk lapas di-posting di Tokopedia, menurut saya, tidak perlu ada embel-embel produk ini buatan para binaan lapas. Cukup dengan mencantuman brand-nya saja. Ini lebih profesional, meski khalayak akhirnya mengetahui bahwa band tersebut punya binaan lapas.
Kemudian, pemanfaatan internet di lapas harus dikelola oleh petugas lapas. Harus ada akun yang cuma petugas yang tahu password-nya. Jadi tidak setiap anggota lapas leluasa mengakses internet. Hal ini untuk tujuan pengamanan, jangan sampai kehadiran internet di lapas bukan untuk jualan, tapi malah disalahgunakan untuk tujuan negatif.
Saya melihat, Tokopedia belakangan ini sangat gencar merangkul semua kalangan, dari anak-anak sekolah sampa ibu-ibu rumahtangga untuk menjadi pebisnis online. Produk mereka di-placement di situs Tokopedia. Alhasil, program edukasi di lapas ini merupakan program social merketing dari Tokopedia yang ingin merangkul semua kalangan untuk jualan secata online di situs Tokopedia. (*)

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)