Wings Lancarkan Strategi Sport Marketing untuk Isoplus

Bertarung di pasar isotonik yang pertumbuhan tiap tahunnya mencapai 6% memang bukan perkara mudah. Mengingat, merek-merek incumbent--seperti Pocari Sweat dan Mizone--sudah lebih dulu menguasai pasar sekaligus agresif merangsek pasar di Tanah Air.   Sebagai pendatang baru, Isoplus--merek anyar dari Wings Group yang diluncurkan pada tahun lalu--dituntut untuk cerdik mencuri perhatian konsumen. Salah satu strategi yang dipilih Isoplus dalam memperkenalkan mereknya adalah sport marketing, yakni pemasaran yang memanfaatkan olahraga sebagai kanal komunikasinya.   Menyasar usia 17 tahun hingga 40 tahun, dengan target utama anak muda, maka minuman isotonik Isoplus tentu begitu dekat dengan dunia olahraga. "Meskipun sebagai sebuah brand, kami memposisikan Isoplus sebagai minuman kesehatan sekaligus gaya hidup anak muda. Nilai merek yang kami usung adalah Be My Self atau menjadi diri sendiri," ujar Sastra Brilliant Toruan, Assistant Product Manager - Beverage Isoplus.   Pada saat prelaunching di 2016 lalu misalnya, Isoplus mensponsori even lari internasional Toraja Marathon. Berikutnya, masih di tahun yang sama, Isoplus kembali mensponsori event lari Borobudur Marathon. Memasuki awal tahun ini, 2017, giliran cabang olahraga volley yang disponsori Isoplus.   Diterangkan Sastra, olahraga volley adalah cabang olahraga yang dapat dijumpai di hampir seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA di Indonesia. "Volley juga menjadi salah satu ekstra kulikuker yang disediakan di SMP, SMA, atau SMK di Indonesia. Untuk itu, popularitasnya di segmen millennials juga tercatat sangat signifikan," jelasnya.   Untuk itu, sejak Januari 2017, Isoplus memutuskan untuk mensponsori sekaligus menjadi official drink klub bola volley putra, Surabaya Bhayangkara Samator. Klub asal Surabaya itu dikenal sebagai juara bertahan Proliga selama lima periode, 2004, 2007, 2009, 2014, dan 2016.  Tahun ini, Surabaya Bhayangkara Samator dipastikan mengikuti event kejuaraan Proliga 2017 yang telah berlangsung sejak Januari hingga Mei 2017 nanti. "Dalam rangkaian sponsor tersebut, selain memasok minuman isotonik Isoplus selama mereka berlatih dan bertanding, Isoplus juga menggelar kegiatan coaching clinic untuk anak-anak SMA atau SMK Negeri di beberapa kota, seperti Batam dan Malang. Di Batam misalnya, tak kurang dari 50 anak SMA/SMK telah mengikuti coaching clinic dengan para pelatih dan pemain Surabaya Bhayangkara Samator. Kami berharap sepulang dari coaching clinic, para siswa dapat menjadi Key Opinion Leader dari gerakan Be My Self Isoplus," papar Sastra.   Ditambahkan Gabriella da Silva, Public Relations Manager Wings Group, melalui coaching clinic, Isoplus juga ingin mengkomunikasikan nilai-nilai dari Isoplus, yakni Be My Self.  Pada kegiatan coaching clinic itu, Isoplus ingin menularkan semangat menjadi diri sendiri serta kecintaan bermain volley terhadap siswa sekolah menengah, yang notabene target market Isoplus.   "Di sini, kami mengajak mereka untuk memahami bahwa volley itu permainan tim yang di dalamnya butuh kerja sama. Tidak mungkin semua pemain ingin jadi si pencetak poin, karena masih banyak posisi lain yang sesuai kemampuan setiap orang yang juga bermanfaat di dalam kelompok.  Melalui coaching clinic ini, kami berharap siswa-siswi dapat menjadi diri sendiri dan sadar akan potensi dalam dirinya. Termasuk, mengetahui posisi dasar volley yang cocok dengan dirinya," ungkap Gabriella.   Tak hanya coaching clinic, Isoplus juga memanfaatkan fan base media sosial Surabaya Bhayangkara Samator, yang jumlahnya mencapai 27 ribu lebih. "Di Palembang, kami menggelar meet and greet fan base dengan para pemain Bhayangkara Samator," tutur Sastra, yang menyebutkan tahun lalu pertumbuhan Isoplus di atas pertumbuhan pasar isotonik, yakni 8-9%   Sementara itu, di Malang, Isoplus tengah bersiap menggelar kontes foto di media digital dan media sosial. Para pemenang atau foto terbaik, lanjut Sastra, berhak berjumpa secara eksklusif dengan para pemain Surabaya Bhayangkara Samator.   Diakui Sastra, kegiatan Isoplus dengan para siswa tak berhenti pada coaching clinic. Ke depannya, kami akan menindaklanjuti lewat berbagai program yang cocok dengan masing-masing sekolah. Misalnya, lewat mini event berupa kompetisi volley antarsekolah. "Tentu saja, pertimbangan seperti apakah wilayahnya terhitung potensial untuk Isoplus, hingga apakah ada acara yang tepat yang dapat dijadikan kanal komunikasi bagi Isoplus," ucapnya.   Selain even olahraga akbar, diakui Sastra, Isoplus juga melancarkan gerilya ke berbagai pelosok Tanah Air dengan mensponsori kegiatan Jalan Sehat atau Senam Sehat di tingkat RT maupun RW. "Event kecil yang sifatnya lokal itu dilakukan untuk membangun brand awareness dari Isoplus. Event seperti itu rutin kami lakukan sejak awal hingga ke depannya di berbagai kota di Tanah Air," ujarnya.   Ke depan, akan ada cabang olahraga lainnya yang siap dijadikan "kendaraan" komunikasi Isoplus. Asalkan, ditegaskan Sastra, cabang olahraga tersebut memiliki sejumlah kriteria yang telah ditetapkan Isoplus. Yakni, cabang olahraga yang diplilih disukai dan popular, sesuai dengan brand image Isoplus, dan dapat men-deliver value brand Be My Self milik Isoplus. "Tentu saja, dalam mengemas sport marketing ini, kami dapat memanfaatkan fan base," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)