Ajak Gen-Z dan Millennial Jadi Creative Entrepreneur, FAB Luncurkan "Y Program"

MIX.co.id - Satu dekade (10 tahun) hadir di Indonesia, platform bisnis berekosistem ekonomi kreatif, Fantastis Anak Bangsa (FAB), berhasil menciptakan 34 usaha yang melibatkan 20 ribu talent kreatif. Ke-34 usaha tersebut sukses menjangkau 1.000 brand dan 2.000 korporasi lokal maupun multinasional sebagai klien mereka. Keberhasilan FAB memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi kreatif, sejatinya tak lepas dari diferensiasi sekaligus added value yang ditawarkan.

Dijelaskan Fritz B. Tobing, Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder FAB, “FAB adalah platform bisnis kreatif pertama di Indonesia yang menawarkan ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi.  Melalui platfrom FAB, kami menawarkan enam dukungan yang memang menjadi kebutuhan para talent kreatif yang baru mau membangun usaha maupun entrepreneur yang memang sedang mengembangkan usaha.”

Lantas, dukungan apa saja yang ditawarkan FAB untuk para pelaku usaha yang bergerak di industri kreatif? Dijawab Fritz, pertama adalah dukungan investasi dan modal kerja. Kedua, dukungan klien dan brand, di mana para talent kreatif atau entrepreneur difasilitasi untuk mendapatkan klien atau brand. Ketiga, dukungan management yang berpengalaman, antara lain berupa pendampingan. Keempat, dukungan Core Office, seperti terkait HRD (Human Resources and Development), General Affairs, dan sebagainya. Kelima, dukungan jaringan keahlian, di mana mereka dapat memanfaatkan para ahli yang ada dalam ekosistem FAB. Keenam, dukungan teknologi, di mana FAB memiliki unit khusus yang bertanggung jawab mengembangkan semua usaha yang ada di FAB.

Catatan keberhasilan ini tak membuat FAB berpuas diri. Sebaliknya, justru memicu FAB untuk terus berkontribusi dalam menggenjot ekonomi kreatif di Indonesia. FAB pun menargetkan untuk dapat berperan dalam mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif serta meratakan kontribusi dari semua subsektor tersebut. Mengingat, data BPS (Badan Pusat Statistik) mengungkapkan, sampai saat ini, subsektor yang kontribusinya paling tinggi adalah kuliner (41%), fashion (17%), dan kriya (14,9%). “Selain itu, kami juga ingin ikut membantu membesarkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) nasional,” ia mematok.

Guna mencapat target tersebut, diakui Fritz, FAB harus mampu menjaring lebih banyak lagi para talent kreatif maupun entrepreneur yang bergerak di sektor ekonomi kreatif. Antara lain, dengan menyasar Gen-Z dan milllennial, yang notabene menjadi segmen yang potensial. Merujuk data BPS tahun 2020, jumlah Gen-Z di Indonesia mencapai 75,49 juta jiwa (27,94%)  dan millennial mencapai 69,38 juta jiwa (25,87%).

Diakui Fritz, untuk mendekati Gen-Z dan millennial, tentu saja harus menggunakan pendekatan yang berbeda yang sesuai dengan karakter anak muda. Selain itu, tantangan terbesar dari Gen-Z dan millennial dalam membangun usaha adalah pada keberanian, di mana mereka  takut gagal. “Mereka juga tidak punya kemampuan untuk membangun usaha, karena terbentur modal uang, jaringan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Guna menjawab kebutuhan Gen-Z dan millennial, FAB pun meluncurkan Young Creative Entrepreneur Program (Y Program), yang khusus menyasar Gen-Z dan millennial. Melalui "Y Program" yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, FAB mengajak para talent kreatif muda dengan rentang usia 18 - 30 tahun agar tak perlu takut memulai usaha dan menjadi creative entrepreneur. “Sebab, dengan enam dukungan yang dimiliki FAB, mereka akan kami dampingi mulai dari nol,” ucap Fritz, yang menyebutkan bahwa untuk memperkenalkan Y Program kepada Gen-Z dan millennial, FAB juga memanfaatkan platform media sosial instagram.

Kendati baru hari ini (28/10) diluncurkan, "Y Program" sudah memiliki empat usaha, yang usia usahanya belum genap tiga bulan. Pertama adalah Katch yang merupakan perusahaan periklananan yang berbasis women driven creativity. Katch  telah dipercaya menangani brand Enfagrow, Orang Tua Group, dan sebagainya. Kedua,  BSKSBT, yakni perusahaan data driven creative. Merek-merek yang sudah ditangani BSKSBT antara lain Kohler dan Uniqlo. Ketiga adalah Mooilux, perusahaan yang bergerak dalam pembuatan  film, animasi, dan fotografi.  Mooilux telah dipercaya oleh merek-merek ternama seperti  Xiaomi, Ferrari, Porsche, hingga Lamborghini. Keempat, Basement, yang merupakan experimental creative lab (teknologi).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh FAB sebagai bentuk tanggung jawab anak bangsa dalam menciptakan ekonomi yang berkesinambungan.

“Kami percaya FAB akan selalu memberikan kontribusi positif bagi ekonomi kreatif di Indonesia. Kami akan selalu mendukung semua inisiatif dan inovasi yang dilakukan anak bangsa untuk ekonomi kreatif di Indonesia,” tutur Sandiaga dalam rekaman video ucapan Hari Ulang Tahun FAB yang ke-10.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)