Gandeng BKKBN dan Rumah Zakat, Bumbu Bunda Elia Gelar Seminar Gizi

  1. Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Irvan Nugraha memberikan sambutan saat acara seminar gizi dan live cooking dengan tema “Optimalisasi Pangan Lokal” di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/1/). Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN), Bumbu Bunda Elia berkolaborasi dengan BKKBN dan Rumah Zakat menggelar acara tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa mengoptimalisasi bahan pangan yang ada di lingkungan sekitarnya agar menjadi asupan gizi bagi keluarga. Seminar gizi diselenggarakan di Kota Depok Jawa Barat, sementara live cooking diadakan di Desa Berdaya Rumah Zakat yang ada di Banda Aceh, Kuningan, Sukabumi, Polewali Mandar, dan Samarinda.

  1. Para ibu Kelurahan Ratu Jaya Kota Depok memasak panganan lokal saat acara seminar gizi dan live cooking dengan tema “Optimalisasi Pangan Lokal” di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/1/). Tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa mengoptimalisasi bahan pangan yang ada di lingkungan sekitarnya agar menjadi asupan gizi bagi keluarga dan merupakan bagian penting dari program pemberdayaan Rumah Zakat di bidang kesehatan terutama dalam upaya mewujudkan Desa Bebas Stunting.

  1. Para ibu Kelurahan Ratu Jaya Kota Depok memasak panganan lokal saat acara seminar gizi dan live cooking dengan tema “Optimalisasi Pangan Lokal” di Depok, Jawa Barat, (25/1/). Hingga saat ini Rumah Zakat sudah mengelola 88 Desa Bebas Stunting yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia. Desa Bebas Stunting adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk membebaskan anak Indonesia dari ancaman stunting. Sasaran program ini antara lain anak di bawah 2 tahun, ibu hamil, dan juga ibu menyusui.

  1. Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Irvan Nugraha (ketiga kanan), CEO Gizi Nusantara Esti Nurwanti (kedua kanan) dan Founder Bumbu Bunda Elia Lia Amalia berbincang saat acara seminar gizi dan live cooking dengan tema “Optimalisasi Pangan Lokal” di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/1/). Adapun program yang diselenggarakan di Desa Bebas Stunting antara lain, sekolah kader gizi, dapur gizi umum, dan pendampingan khusus bayi di bawah dua tahun dengan resiko stunting dan ibu hamil dengan KEK (Kekurangan Energi Kronis) yang berkolaborasi dengan BKKBN. “Alhamdulillah dari program Desa Bebas Stunting ini, 80% bayi di bawah 2 tahun lolos dari risiko stunting, dan 93% ibu hamil KEK dapat melahirkan bayi dengan berat badan normal. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)