BAGAIMANA TIKTOK MENGUBAH LANSKAP BERITA?

Generasi Z menemukan cara baru mendapatkan berita: TikTok. Platform ini menggantikan media tradisional dengan konten yang lebih santai dan otentik, menawarkan perspektif baru dalam jurnalisme dan tantangan akurasi informasi.

.

.

Suatu hari, di sela-sela rapat redaksi, seorang teman bercerita tentang banjir yang menimpa sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Saya mencoba membrowsing mengecek kebenaran berita tersebut. "Kok nggak ada di berita?" tanya saya. "Lihat di TikTok. Sekarang saya memperhatikan informasi melalui TikTok," jawabnya.

Berita datang dan pergi dalam sekejap, berlomba-lomba menarik perhatian publik dengan cara yang semakin unik. Tak lagi melalui siaran televisi atau koran pagi, tapi melalui guliran video singkat di TikTok, di mana anchor berita bisa jadi ikan kartun atau remaja dengan studio pribadi di rumahnya.

Para pembuat konten ini, dengan cakupan audiens jutaan follower, mengubah cara kita menerima informasi—mereka mengemas berita dengan cara yang lebih santai, lebih otentik, dan jelas lebih menghibur.

Di era di mana generasi Z semakin memilih cara-cara instan untuk mendapatkan berita, pendekatan yang ringkas dan langsung ke pokok permasalahan menjadi kunci. Tak heran, TikTok, dengan basis penggunanya yang masif, menjadi salah satu sumber berita utama yang berkembang pesat.

Dari periode 2020 hingga 2023, studi Pew Research Center yang The Economist terbitkan menunjukkan kenaikan mencolok pada orang dewasa di AS yang rutin mengakses berita melalui TikTok. Terutama, dewasa muda berusia 18-29 tahun menunjuk pada lonjakan dramatis, mulai dari kisaran 10% dan hampir tiga kali lipatnya pada 2023, mendekati 30%.

Sementara itu, orang dewasa di kelompok usia 30-49 tahun juga mengalami peningkatan yang stabil, naik dari sekitar 5% menjadi hampir 20%, meskipun tidak sepesat generasi sebelumnya

Pertumbuhan dalam kelompok usia 50-64 lebih moderat, dimulai dari hampir tidak ada dan mencapai sekitar 5% di tahun 2023. Sementara itu, kelompok usia 65+ menunjukkan sedikit perubahan, tetap di bawah 5% selama periode yang sama.

Grafik ini secara keseluruhan menunjukkan adopsi yang berkembang di antara semua kelompok usia, tetapi secara khusus menggarisbawahi pertumbuhan pesat dalam adopsi TikTok sebagai sumber berita di kalangan generasi muda, yang sekarang menyebutnya sebagai 'Generation T'.

Penyajian berita yang biasanya serius, sekarang disajikan dengan gaya yang lebih santai, menghadirkan kesan bahwa mendapatkan berita itu bisa sesederhana menonton video dari pembuat konten favorit.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)