Lebih dari 25 Komunitas Vaper Ramaikan "Indonesia Vaper Movement 2019"

Indonesia Vaper Movement 2019 baru saja dihelat pada pertengahan Desember ini (15/12) di One Belpark Mall, Jakarta. Program tersebut menghadirkan berbagai kalangan pegiat Vape di Indonesia, mulai dari Asosiasi Industri Vape, komunitas, pemerhati kesehatan, influencer Vape, hingga regulator.

Rifqi Habibie Putra, Ketua Panitia Indonesia Vaper Movement 2019 dan juga Pendiri Komunitas Vape Indonesia, menjelaskan, objektif digelarnya program tersebut untuk membangun pemahaman dan persepsi positif tentang vape. Termasuk, menyebarkan hal positif dan baik tentang Vape serta menepis segala keraguan dan tudingan miring tentang Vape.

Mengusung tema “Berikan Vape kesempatan, Pahami Sebelum Hakimi”, program tersebut menyasar kalangan pengguna dan para pemangku kepentingan yang sudah familiar dengan Vape serta masyarakat umum. Program dibalut dengan aneka hiburan yang menghadirkan musisi Ipang serta para influencer vape.

Selain itu, dihadirkan juga sesi sharing para anggota komunitas Vape seperti edukasi lengkap seputar Vape, dari segi industri, regulasi, aspek kesehatan, aspek keamanan, serta potensi besar industri Vape.

Program ini juga melibatkan seluruh asosiasi industri Vape di Indonesia, yaitu APVI, AVI, AVB, dan APEM. Ada sekitar lebih dari 25 komunitas Vaper dari seluruh Indonesia yang turut hadir, antara lain Vape Indonesia, IMVS, Hexohm, Therion Indonesia, dan masih banyak lagi.

“Hadir juga kurang lebih sekitar 20-an influencer terkemuka di dunia Vape. Mereka adalah pe-review Vape yang sudah termasyhur di alangan pecinta Vape seperti Arief Arisan, Fatrio, Renata, Nadine, Debora Chen, Vaperstuff, dan sebagainya,” papar Rifqi yang menyebutkan bahwa Komunitas Vape Indonesia telah memiliki jejaring hingga lebih dari 250 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, data yang dilansir dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebutkan bahwa nilai cukai tahun ini mencapai sekitar Rp 800 miliar, dan diperkirakan akan meningkat di tahun depan. Dari angka itu, tarif cukai Vape mencapai 57 persennya. Menurut Bea Cukai, potensi penerimaan cukai dari Vape dapat mencapai Rp. 541,3 miliar. Industri Vape telah memperkerjakan hingga 50 ribu orang dan hingga November 2019, telah tedapat 209 pabrik vape di berbagai wilayah Indonesia.

Senada dengan peningkatan tersebut, I Gede Agus Maha, mewakili Asosiasi Vape Bali, menekankan bahwa secara ekonomi, keberadaan industri Vape dalam skala mikro telah banyak membantu para pengusaha UKM khususnya di Bali, baik dalam meningkatkan taraf ekonomi maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru. "Tentunya ini adalah hal positif yang hadir bersamaan dengan tumbuhnya Vape di Indonesia," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)