Mahasiswa LSPR Gelar Program “SATU Production”

MIX.co.id - LSPR Communication & Business Institute menggelar program SATU Production, antara lain dengan menghadirkan konser musik bertajuk “Nada Anak Indonesia: Euforia Dalam Nostalgia”. Konser musik tersebut dihelat pertama kalinya pada 20 Juni 2022 lalu dan bertempat di Cinepolis, Plaza Semanggi.

SATU Production diinisiasi oleh tiga mahasiswa aktif LSPR Institute Jakarta batch 22, yakni yakni Billy Delivio sebagai Director, Jeremy Zivanya Wahono sebagai Production Manager, dan Marcella Rafika Tangahu sebagai Co-Production Manager, serta didukung oleh 53 relawan dalam proses pembuatan acara sebagai syarat untuk menjadi sarjana Ilmu Komunikasi dari jurusan Performing Arts Communication.

Dikatakan Billy, “Alasan kami menyelenggarakan konser musik Nada Anak Indonesia: Euforia Dalam Nostalgia, yaitu sebagai syarat untuk menjadi sarjana Ilmu Komunikasi dari jurusan Performing Arts Communication. Selain itu, kami merasa bahwa lagu anak-anak di zaman sekarang sangat jarang diputar dan dikenali oleh anak anak usia 8-15 tahun. Oleh sebab itu, kami ingin membantu melestarikan lagu-lagu anak Indonesia.”

Sementara itu, dikatakan Jeremy, Hal yang paling menantang dalam proses pembuatan konser musik ini, yaitu proses pembuatan aransemen yang ingin dibuat, agar masyarakat khususnya generasi zillenial bisa terus mengingat aransemen yang dibuat oleh SATU Production.

Ditambahkan Marcella, hal yang menarik dalam proses kegiatan ini, yaitu bahwa anak-anak yang berusia 8-15 tahun di zaman ini, lebih mengetahui lagu-lagu yang sedang trend di platform TikTok dibandingkan lagu anak pada umumnya.

Oleh karena itu, program SATU Production mengusung pesan bahwa melalui lagu anak, ada banyak kenangan indah yang tersimpan dan makna yang baik yang terkandung di dalamnya. “Teruslah mencoba berusaha untuk memberikan edukasi, memberikan dampak baik bagi masyarakat luas, dan meneruskan api semangat dalam pelestarian lagu anak di industri musik Indonesia,” ujar Billy.

Dengan proses persiapan yang relatif singkat, yakni bulan secara luring dan daring, SATU Production berhasil menghasilkan karya lagu anak-anak dengan cara melakukan perubahan pada aransemen dengan tujuan pendidikan. Seluruh proses latihan luring tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah.

Diungkapkan Mikhael Yulius Cobis, M.Si, M.M, Dosen Pembimbing serta Dekan Fakultas Komunikasi, Institut Komunikasi & Bisnis LSPR, “SATU Production memiliki pesan penting bahwa lagu anak-anak memiliki pesan moral bagi anak, sehingga lagu tersebut dapat terus dilestarikan. Tak hanya itu, SATU Production juga bekerja sama dengan Sekolah Kami untuk mengumpulkan donasi, yang nantinya akan membantu teman-teman kaum dhuafa dan pemulung agar dapat bersekolah dengan layak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)