Masuk Pasar Indonesia, Roca Investasi Rp 1 Triliun

Di Indonesia, pasar material untuk ruang kamar mandi tercatat sangat menjanjikan. Sejatinya, besarnya nilai bisnis di pasar tersebut sejalan dengan tingginya permintaan rumah di Tanah Air. Dan, pemerintah Indonesia telah menargetkan pembangunan satu juta rumah setiap tahunnya. Belum lagi, proyek properti komersial, seperti apartemen dan gedung, terus bertumbuh.

Tak heran, Roca sebagai pemimpin pasar di dunia, turut mengincar pasar Indonesia. Resmi hadir sejak akhir tahun 2017 lalu, Roca mulai massif membangun brand sekaligus menggarp pasar di Indonesia.

Diungkapkan Kelvin Tjiandra, Managing Director Roca Indonesia, “Dari tahun ke tahun, kebutuhan rumah di Indonesia terus bertumbuh. Kebutuhan ini tentu saja sejalan dengan kebutuhan material ruang kamar mandi. Sementara itu, di segmen komersial seperti gedung, juga terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, Roca memutuskan masuk ke pasar Indonesia sejak akhir tahun lalu.”

Sebagai pendatang baru, diakui Kelvin, tentu saja Roca perlu membangun brand awareness. “Meskipun di kalangan arsitek dan desain interior, merek Roca sudah dikenal, namun di kalangan umum atau end-user, Roca memang masih belum dikenal,” akunya.

Oleh karena itu, sejumlah upaya branding dilakukan Roca. Di antaranya, dengan mengikuti pameran “Indonesia Building Technology Expo (Indo Build Tech)” pada 2-6 Mei 2018 di Indonesia Convention Centre (ICE), Tangerang. Tahun Ialu, jumlah pengunjung mencapai 51.128 orang.

Pada kesempatan itu, selain memperkenalkan merek dan menampilkan berbagai produk berkualitas tinggi ke para pengunjung pameran, Roca juga melakukan pendekatan ke media melalui press conference.

“Indo Build Tech merupakan pameran building and nnishing material terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, kami percaya bahwa ajang ini merupakan sarana terbaik untuk memperkenalkan dan menampilkan kehadiran kami di Indonesia,” tutur Emilio Ferrer, Operations Director of Roca Indonesia, di sela-sela acara press conference yang digelar hari ini (2/5) di ICE, Tangerang.

Selain itu, Roca juga tengah memperkuat distribusi dengan menggandeng dua distributor lokal sebagai partner, yakni Aditia Sarana Graha dan Surya Prabha Jati Satya. Dua distributor tersebut, dikatakan Kelvin, akan membantu Roca hadir di berbagai toko tradisional di Indonesia, khususnya Jakarta dan Bandung. “Roca juga tengah membangun showroom di daerah Jakarta,” tegasnya.

Keseriusan Roca menggarap pasar Indonesia juga dapat dibuktikan lewat investasi yang dibenamkan di awal. Diuraikan Kelvin, saat ini Roca sedang membangun pabrik di Griya ldola Industrial Park di Cikupa, Tangerang.

“Pembangunan pabrik saat ini sedang berlangsung dan diharapkan selesai pada September atau Oktober 2018 ini. Awal tahun 2019, kami berharap pabrik Roca di Cikupa sudah bisa melakukan produksi. Kapasitas awal produksi mencapai 650 ribu pieces per tahun. Akan tetapi, ke depannya, kapasitas produksi bisa mencapai maksimal 2 juta pieces per tahun,” ia memaparkan.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pabrik seluas 74.000 meter persergi itu menyedot investasi yang tidak sedikit. “Total investasi awal Roca di Indonesia mencapai 60 juta Euro atau setara dengan Rp 1 triliun. Angka itu sebagian besar digunakan untuk membangun pabrik di Indonesia,” kata Kelvin.

Dengan nilai investasi dan strategi itu, Roca menargetkan pangsa pasar kurang dari 1% di tahun pertamanya. "Sebab, di tahun pertama ini, kami masih akan fokus membangun brand awareness Roca , baik di segmen ritel maupn korporat (Business to Business)," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)