Mengusung Isu e-Commerce di INESCON 2018

International Consumer Electronics Expo (ICEE) Indonesia 2018 kembali digelar di tahun ini. Pameran yang telah memasuki tahun ketiga itu digelar selama tiga hari, 7-9 Desember, di JCC, Senayan, Jakarta. Tak kurang dari 170 eksibitor dihadirkan di sana.

Dijelaskan Roy Wong, Consultant E-Commerce Jakarta PT Shan Hai Map selaku panitia ICEE 2018, pameran kali ini tampil beda dibandingkan dengan perhelatan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, ICEE menghadirkan Indonesia International Electronics Supply Chain Conference (INESCON) 2018. Tema yang diusung pada konferensi tersebut adalah "Speed-Up Your Business with E-Commerce".

"Tema tersebut dipilih karena e-Commerce tengah bertumbuh dan mampu meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Selain mengedukasi market, melalui konferensi ini, kami juga ingin mempertemukan e-Commerce enablers dan e-Commerce services. Termasuk, pendukung lainnya seperti logistic dan warehouse, solusi pembayaran dengan online maupun offline merchant, serta distributor dan pengusaha manufaktur dari berbagai negara," ucap Roy, yang mematok jumlah pengunjung ICEE 2018 mencapai 10 ribu.

Pada konferensi tersebut, sejumlah pembicara yang juga berpartisipasi sebagai eksibitor, dihadirkan. Mereka antara lain Ocean Going, Akulaku, Shenzen, Rocketindo, Asia Commerce, Shan Hai Map, J&T, dan sebagainya.

Ocean Going, perusahaan patungan antara Sinarmas Group dan Multiverse Holdings Limited, memiliki visi membantu usaha mikro di Indonesia, seperti rombong-rombong rokok maupun warung-warung kecil. Hadir sejak Desember 2017 lalu, Ocean Going memberikan bantuan kepada para pelaku usaha mikro dalam bentuk pasokan barang yang biasa mereka jual. "Para pelaku usaha mikro adalah unbankable atau tidak memiliki rekening di bank," jelas Nathaniel Nugroho, Branding & Strategy Manager Ocean Going.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tahun 2019, Ocean Going berencana memberikan bantuan kepada para pelaku usaha mikro yang menjual berbagai aksesoris gadget atau handphone (HP). "Di Jakarta akan ada 8.000 warung aksesoris HP yang menjadi target kami. Dan, akan ada 10 ribu item produk aksesoris HP yang akan kami pasok dan tawarkan kepada warung-warung tersebut. Harga produk tersebut ada pada kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu," terang Nathaniel.

Melalui bantuan tersebut, tentu para pelaku usaha mikro yang selama ini menghadapi keterbatasan modal, dapat menjual produk yang variatif. "Ocean Going telah menjalankan konsep tersebut kepada para pelaku usaha mikro yang menjual produk-produk fast moving consumer goods (FMCG). Tak kurang dari 20 ribu warung di area Jabodetabek, telah kami jangkau. Hasilnya, omset mereka naik 30-50% setelah memperoleh bantuan dari Ocean Going," klaimnya.

Guna menjalankan rencana 2019 tersebut, dituturkan Nathaniel, Ocean Going masih melakukan uji coba dengan menggandeng JD.ID. "Uji coba yang sudah dilakukan sejak November hingga Desember 2018 ini, diharapkan dapat menghasilkan insight sekaligus perilaku para pelaku usaha mikro yang menjual berbagai aksesoris HP atau gadget. Hasil insight ini akan menjadi dasar kami dalam menyusun konsep untuk para pelaku usaha mikro yang menjual aksesoris HP," ujarnya, yang menyebutkan bahwa salah satu objektif Ocean Going berpartisipasi pada ICEE 2018 adalah memperoleh supplier produk-produk aksesoris HP dan gadget.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)