Meningkat, Belanja Produk Premium di E-Commerce

Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen pada 2018 menemukan semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja produk premium secara online ke e-commerce lokal maupun global. Studi tersebut menunjukkan konsumen yang berbelanja produk premium ke e-commerce lokal sebesar 45% (naik 6 poin dibandingkan pada 2016). Sedangkan konsumen yang berbelanja produk premium ke e-commerce luar negeri sebesar 24% (naik 5 poin dibandingkan posisi 2016).

Konsumen di India, Turki dan Indonesia adalah termasuk orang-orang yang suka berbelanja online produk premium ke e-commerce lokal. Sementara konsumen di Hong Kong, Kroasia, dan Serbia adalah yang cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium. Kategori barang premium yang menjadi pilihan konsumen diantaranya pakaian (40%), elektronik pribadi (42%), kosmetik (31%) dan protein seperti susu dan daging, masing-masing 30% dan 29%.

Menurut Nielsen, ada lima pertimbangan utama konsumen di seluruh dunia dalam memilih produk premium, yaitu kualitas yang unggul (56%), kinerja (51%), desain (43%), pengalaman (42%), dan merek (42%). Bahkan, dua dari lima konsumen (41%) mengategorikan bahan organik sebagai produk premium. Sekitar 38% konsumen mengategorikan produk berkelanjutan sebagai produk premium, dan 30% konsumen mengategorikan produk yang memiliki tanggung jawab sosial sebagai produk premium. Mereka bersedia membayar lebih untuk produk-produk tersebut!

Konsumen global menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru. Hampir setengah dari konsumen (46%) mengatakan rekomendasi dan dorongan teman atau keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti oleh riset tentang produk (36%), iklan online (32%), iklan televisi (31%) dan iklan dalam toko (25%).

Bagaimana dengan konsumen Indonesia secara spesifik? Hasil riset menunjukkan, ternyata konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori elektronik pribadi seperti komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan produk lainnya (63%); kategori produk pakaian/sepatu (41%); mobil (37%); perhiasan (34%); dan kosmetik (32%).

Ditemukan pula bahwa separuh (50%) konsumen Indonesia masih mempertimbangkan rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam pembelanjaan produk-produk premium baru. Sementara iklan online dan riset tentang produk berkontribusi sebesar 45% menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru.

“Kebiasaan melakukan riset yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik. Demikian juga dengan pengaruh dari iklan online terhadap keputusan membeli,” kata Rusdy Sumantri, Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat. Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka.” imbuh Rusdy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)