PT Metropolitan Retailmart, yang mengoperasikan Metro Departement Store Indonesia, kembali mengusung program CSR di bidang fesyen dengan menggandeng Lembaga Pengajaran Tata Busana milik Susah Budiharjo. Melalui program ini, Metro berupaya mendukung desainer muda indonesia dengan menampilkan sejumlah hasil karya mereka secara eksklusif di Metro Pondok Indah Mall dan Metro Plaza Senayan, terhitung mulai 23 November-25 desember 2012 ini.

Metro Department Store hadirkan koleksi 11 desainer muda terpilih dari Lembaga Pengajaran Tata Busana milik Susah Budiharjo untuk menampilkan 100 koleksi fesyen mereka, sebagai bukti komitmen Metro mendukung industri fesyen dalam negeri.

Menurut Asisten General Manager Marketing Metro Department Store Anskarina Christin, program ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan dunia mode Indonesia dan kreativitas dari para desainer muda yang memiliki potensi untuk bersaing, baik di industri fesyen dalam negeri maupun luar negeri.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di indistri fesyen, kami berusaha menyediakan space atau ruang bagi para desainer muda Indonesia. Misi kami melalui CSR ini, dapat mengembangkan potensi mereka menjadi pebisnis vendor, dengan line desain mereka masing-masing. Sehingga para desainer muda ini tahu siapa target market-nya, apa yang mereka cari, dan gimana mereka survive ketika jualan di sini. Ini juga salah satu upaya kami mendukung komunitas fesyen dalam negeri,” ungkap perempuan yang akrab disapa Karina, yang ditemui di sela-sela fashion show di Metro Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (8/12) lalu.

Melalui Lembaga Pengajaran Tata Busana milik Susah Budiharjo, terpilih 11 desainer muda berbakat yang akan menghadirkan berbagai busana ready-to-wear bagi para pelanggannya, khususnya pengunjung Metro mulai dari kaum muda hingga orang dewasa. Ada sekitar 100 koleksi fesyen yang akan ditampilkan selama program ini berlangsung di Metro, diantaranya mengusung tren-tren terbaru yang dipadukan dengan tren tradisional Indonesia.

“Di Metro sendiri kami sediakan dua gerai khusus untuk menampilkan koleksi 11 desainer muda yang terpilih. Dengan adanya koleksi ini, kami mencoba memberi variasi lebih bagi pengunjung setia Metro yang kami yakin belum ada di department store-department store lain. Apalagi, konsumen yang mengunjungi departemen store pasti mencari barang-barang baru, termasuk tren gaya fesyen terbaru,” jelas Karina.

Terkait harga, Karina mengatakan, harga yang disajikan dalam koleksi-koleksi 11 desainer muda tersebut sudah disesuaikan dengan harga pasaran, dan disesuaikan dengan segmen pengunjung Metro yang tergolong AB+ atau menengah ke atas. “Customer biasanya menilai mahal tidkanya harga dari brand. Dan kami bisa pastikan bahwa price-list dari koleksi-koleksi desainer muda ini adalah harga adjustment yang sudah disesuaikan dengan harga pasaran, dan memang tergantung juga dari pangsa pasar yang mereka targetkan dari masing-masing karya mereka,” tutup Karina.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)