Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bukukan OSL 2023 Tumbuh 16,24%

MIX.co.id – PT Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 membukukan kinerja Outstanding Loan (OSL) tertinggi nomor dua secara nasional di tahun 2023, yakni sebesar Rp6.514 triliun atau tumbuh 16,24%.

Angka tersebut melampaui target senilai Rp6.090 triliun. Artinya, realisasinya mencapai 106,96% dari target.

Jumlah nasabah selama 2023 juga tumbuh cukup signifikan. “Di era digital dan penuh turbulensi, kami mampu menjaga nasabah lama dan menarik nasabah baru hingga 300 ribu orang,” ujar Alim Sutiono, Pimpinan Wilayah Kanwil VIII Jakarta 1 PT Pegadaian, kepada media di Jakarta, Rabu (3/1).

Kanwil VIII Jakarta 1 Pegadaian kini memiliki 19,7 juta nasabah aktif, omzet Rp165 triliun, dan laba Rp2,5 triliun dengan rating Pefindo AAA.

Pencapaian prestasi lain adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Pertumbuhan KUR Syariah tahun lalu mencapai 125% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Realisasi pembiayaan KUR Syariah mencapai sekitar Rp268,1 miliar dari target Rp214,4 miliar. Hal ini berarti pencapaian KUR Syariah melonjak hingga 125,06% dari target yang ditetapkan.

Penerimaan barang gadai non emas seperti barang elektronik, tercatat ada 6.924 kredit dengan OSL senilai Rp11,9 miliar. Pada segmen kendaraan, pihaknya membukukan 1.150 kredit dengan OSL senilai Rp60,6 miliar,sedangkan di segmen barang gudang, terdapat 1.885 kredit dengan OSL senilai Rp8,5 miliar.

“Melihat peluang pada tahun depan, masih banyak yang bisa kita garap,” kata Alim. Ia mencontohkan maraknya usaha gadai swasta yang menawarkan bunga 5%, padahal Pegadaian cuma memberikan bunga 1%. Dengan demikian, pihaknya optimistis dapat mengambil pasar usaha gadai swasta.

Dwi Santoso, Deputi Area Bekasi Kanwil VIII Jakarta 1 PT Pegadaian, yang hadir menjadi narasumber menjelaskan, kinerja terkait OSL pada 2023 memberikan sumbangsih sekitar Rp1,5 triliun. Ia menargetkan pada 2024 nasabahnya tumbuh sampai 4%-5%.

“Akar pertumbuhan yaitu dari jumlah nasabah dengan program yang dapat menarik kalangan milenial,” ujarnya.

Sementara Deputi Area Bogor Agus Riyadi mengungkapkan, pertumbuhan bisnis di daerahnya mencapai 18,5%. Ia bertekad untuk memperbesar realisasi dari produk non gadai.

Dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat, menurut Deputi Area Jatiwaringin Johannes Nanang Hartanto, pihaknya akan fokus pada tiga hal yakni mengoptimalkan aktivitas penjualan untuk memperluas segmen pasar, mengoptimalkan kanal dengan bersinergi bersama holding ultramikro BRI dan PNM, dan penyaluran pinjaman harus aman dengan mengelola risiko.

Dalam penyaluran KUR, menurut Deputi Area Kramatjati Alnafiah Alius, harus dibarengi dengan sertifikasi halal bagi produk UMKM. Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam pendampingan UMKM.

“Dalam program pendampingan UMKM, dihadirkan pelaku UMKM di setiap gerai Pegadaian,” timpal Bambang Heru S selaku Deputi Area Senen. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)