Penerapan AI Dongkrak Nilai Bisnis Perusahaan

MIX.co.id – Pasar transformasi digital diprediksi akan menembus 4.617,78 miliar dolar AS sampai dengan tahun 2030.

Angka ini mengindikasikan bahwa meski sejumlah organisasi atau perusahaan terus berinvestasi di transformasi digital, kondisi eknomi yang menantang mendorong mereka melakukan efisiensi biaya dan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki.

Di wilayah Asia Pasific (APAC) misalnya, yang menghadapi pergolakan besar seperti peningkatan inflasi, naiknya suku bunga danharga minyak yang tidak stabil, parapemimpin bisnis APAC harus berfokus pada resiliensi dan manajemen risiko.

“Yang bisa diipelajari dalam beberapatahun terakhir adalah perusahaan-perusahaan harus menjadi antifragile atau anti rapuh,” ujar Remus Lim, Vice President Asia Pacific and Japan, Cloudera kepada awak media di Jakarta, Selasa (5/12).

Menurut Lim, salah satu cara adalah memonetisasi data untuk antifragile. Data sebagai aset strategis dan akan terus menjadi digital gold bagi perusahaan.

Ia meramalkan, lebih banyak perusahaan akan mulai memperlakukan data sebagai komoditas yang bisa dimonetisasi untuk aliran pendapatan baru.

Tidak hanya itu, data juga bisa dimanfaatkan untuk mendorong pengambilan keputusan bisnis yang penting sekaligus untuk meraih inovasi.

Pihaknya juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) Generatif atau Gen AI dalam menjalankan bisnis perusahaan. Penerapan AI dapat mendorong nilai bisnis perusahaan.

Cloudera sebagai perusahaan perangkat lunak mengembangkan teknologi AI dan mengintegrasikannya ke dalam layanannya, mengingat para pelanggannya membutuhkan solusi yang cepat, akurat dan terbaik.

Dijelaskan Fajar Muharandy, Principal Solution Engineer, Cloudera, pihaknya membantu banyak perusahaan mendapatkan value dari data mereka, termasuk AI dan Machine Learning (ML).

Perusahaan yang ingin memanfaatkan model AI/ML harus memastikan bahwa mereka menjalankan strategi AI/ML dan platform data yang benar, termasuk rangkaian teknologi keamanan dan tata kelola yang terintegrasi dan bisa menyediakan konteks data yang konsisten di seluruh organisasi tersebut terlepas di mana data tersebut disimpan.

Menggunakan platform seperti ini memungkinkan berbagai organisasi untuk memiliki visibilitas dan kendali penuh atas data mereka di mana pun lokasinya.

Digabungkan dengan tata kelola data yang benar dan komitmen organisasi terhadap inisiatif tata kelola data, sebuah organisasi bisa percaya bahwa data mereka memberikan insight yang handal dan untuk membentuk fondasi untuk penggelaran AI.

Salah satu pelanggan (klien) Cloudera, yakni Bank OCBC, mengintegrasikan AI dalam skala besar melalui Cloudera Data Platform dan berhasil meningkatkan pendapatan dengan menganalisis data nasabah secara real-time.

“AI/ML mempercepat transaksi nasabah mereka dan mengoptimalkan operasional bank,” tandas Fajar. ()

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)