Riset Ericsson Lab: 74% Penonton Cari Informasi Acara TV Via Internet

Ericsson Lab mengumumkan hasil riset terbarunya yang bertajuk 'TV & Media: Changing Consumers Need Create New Media Landscape' pada akhir Oktober ini. Salah satu hasil riset Ericsson Lab menunjukkan bahwa jumlah pengguna TV Streaming di Indonesia melampaui jumlah pengguna TV linear, yaitu 95% berbanding 92%.
ericsson lab

Ericsson Lab Survey menunjukkan, jumlah pengguna TV Streaming di Indonesia melampaui jumlah pengguna TV linear, yaitu 95% berbanding 92%.

“Lanskap TV sedang mengalami perubahan. Konsumen ingin merasakan pengalaman yang flexible. Saat ini banyak website yang menyediakan film tertentu. Jadi, konsumen bisa memilih sendiri, menonton di manapun dan kapanpun,” ujar Afrizal Abdul Rahim, Head of Consumer Lab Ericsson Regional South East Asia and Oceania. Hasil riset juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sedang menunjukkan ke arah tren binge watching, yakni menonton serial TV beberapa episode sekaligus. Sebanyak 55% penonton Indonesia ingin episode serial TV dirilis beberapa sekaligus, lebih banyak dibandingkan penonton global di sekitar angka 48%. Tema riset kali ini, diakui Hardyana Syintawati, VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia, memang tidak seperti biasanya yang mengulas seputar mobile. “Biasanya Ericcson banyak berbicara mobile broadband, network society, banyak ke arah mobile. Kali ini topiknya berbeda. Karena, kami ingin menunjukkan teknologi kami-lah yang berdampak pada bidang lain seperti media. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kami sudah pernah beberapa kali memenangkan awards karena teknologi kami ini,” ujar Hardyana kepada MIX Marcomm seusai acara. Lanjutnya, teknologi yang dimaksud adalah LTE broadcast. “Dengan teknologi baru dari kami, traffic data lain tidak terganggu saat streaming. Kadang orang ingin pakai handphone untuk streaming. Kalau kita pakai sambungan biasa, bikin macet network,” imbuhnya. Selain itu, riset ini juga menunjukkan bahwa di Indonesia, acara TV berjadwal seperti serial TV atau sinetron adalah konten yang paling banyak ditonton, yaitu berkisar di angka 69%. Menyusul selanjutnya adalah Live TV seperti acara olahraga, sekitar 53%. Konten ketiga yang paling banyak ditonton adalah video buatan yang tersedia di web berbasis video seperti Youtube dan Dailymotion. Riset tersebut juga memperlihatkan bahwa di Indonesia terjadi tren second screen usage, yaitu penonton TV melakukan aktivitas di layar lain. 76% penonton Indonesia membaca email saat menonton TV atau video. Sekitar 74% penonton Indonesia menggunakan aplikasi atau internet untuk mencari tahu informasi lebih dalam mengenai acara TV yang ditonton. Hal lain yang sering dilakukan penonton Indonesia saat menonton TV adalah mendiskusikan konten TV yang sedang ditontonnya secara online, baik di forum atau social media, yakni sekitar 61%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)