Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan event Showcase of Online People (ShOP) guna mendukung perkembangan industrie-commercedi Tanah Air. Event mengusung tema “Off to Global Online Market” ini rencananya digelar di Hall 3A – ICE (Indonesia Convention Exhibition), BSD, pada 23-25 Agustus mendatang.

Event akan diikuti ratusan peserta dari seluruh representasi stakeholdere-commerce di Indonesia dengan menghadirkan 200 booth pameran. Ketua Umum Asperindo M. Ferialdi mengatakan, ShOP sebagai ajang untuk mempertemukan seluruh stakeholder e-commerce.

Hal ini sebagai implementasi peran Asperindo dalam mengupayakan perkembangan kontribusi produk lokal Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia di online marketplace, menyajikan pengalaman pameran kolaborasi dari seluruh stakeholder industri e-commerce, serta mengedukasi pemanfaatan teknologi digital guna mengangkat karya dan budaya terbaik UKM kreatif bangsa ke kancah global.

Menurutnya, e-commerce merupakan bagian dari e-business yang mencakup kolaborasi dari mitra bisnis seperti UKM, Online Store, Marketplace, Pembayaran Non Tunai (e-payment) dan perusahaan perposan (Jasa Pengiriman).”Melalui event ShOP, produk-produk lokal UKM dapat semakin berkiprah di ranah online (daring), dan pemasarannya bisa menembus pasar global,” papar Ferialdi kepada media saat launching ShOP di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3).

Selain menampilkan produk lokal UKM, ShOP juga menyuguhkan talkshow dan coaching clinic. Termasuk sharing wawasan tentang kiat menjadi eksportir sukses yang diadakan Indonesia SME’s Global Course bertema “Peranan PlatformE-commerce Internasional dalam Mendukung Produk Local Go Global”yang akan diikuti 300 lebih UKM.

Pada kesempatan itu, Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) meluncurkan program e-Smart IKM untuk mendorong pelaku IKM memasuki online marketplace. e-Smart IKM merupakan sistem basis data yang tersaji dalam profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Terdapat 9 komoditas yang masuk ke dalam skema e-Smart ini, yakni Makanan dan Minuman, Logam, Perhiasan, Herbal, Kosmetik, Fashion, Kerajinan, Furnitur, dan Industri Kreatif lainnya.

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih menegaskan, pemerintah akan mendapat data performansi IKM kemudian akan dipantau dan hasilnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk pembinaan. “Kegiatan mendorong IKM ke dalam online marketplace dan e-Smart ini juga merupakan upaya pengembangan IKM agar naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi,” tandas Gati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)