SPI Perluas Jaringan Dealer Kendaraan Listrik Gelis

PT Solar Panel Indonesia (SPI), produsen kendaraan listrik merk Gelis, memperluas jaringan pemasaran dengan membuka dealer baru di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Selain untuk mendekatkan produknya ke konsumen, langkah tersebut juga sebagai komitmen SPI untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bangkit dari keterpurukan usahanya akibat pandemi Covid-19.

“Kami hadir  sebagai salah satu pilihan kendaraan roda tiga bermotor listrik yang ramah lingkungan, harga terjangkau biaya operasional yang sangat ekonomis,” kata Chief Sales and Marketing Officer SPI, Ary Tjahyono seperti disampaikan dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (19/4), di Jakarta.  Pihaknya mendorong penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

SPI saat ini memiliki sepuluh dealer di Jawa, Bali, dan Batam. Tersebar di Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Bali, Lombok, Batam, Sidoarjo, dan Surabaya.  Dealer tersebut melayani penjualan maupun layanan purna jual.

"Seiring banyaknya dealer, kami juga menyiapkan perangkat-perangkat pendukung untuk efektifitas penggunaan Gelis," paparnya.

Ary berharap kepada pemerintah untuk mendukung kehadiran motor listrik Gelis dalam membantu melakukan recovery selama masa pandemi khususnya kepada pelaku UMKM.

Sementara CEO PT Cipta Laju Utama, Didi Hardianto, mengatakan bahwa Gelis sebagai produk anak bangsa pihaknya memberikan dukungan penuh dengan membuka dealer di Jakarta. “Kami berkomitmen memberikan dikungan terhadap produk anak bangsa,”tegasnya.

Gelis dinilainya efisien dan cocok untuk pelaku UMKM dan banyak dimanfaatkan untuk ritel.  Pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (Inkopad) yang memiliki 1.200 lebih mitra binaan, agar bisa menggunakan produk tersebut.

“Ini produk dalam negeri, jadi kita buka dealer. Sedang kita bicarakan dengan UMKM Inkopad. Kendaraan ini bisa digunakan untuk masyarakat umum,”paparnya.

Pihaknya juga menggandeng leasing untuk memudahkan UMKM dalam hal pembiayaan. “Rata-rata UMKM berat untuk membayar puluhan juta sehingga kita siapkan financing dari leasing,” tandas Didi. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)