Strategi Emtrix Masuk ke Pasar Perawatan Kuku di Indonesia

emtrix

Sebagai upaya memperluas portoflolionya, Transfarma Medica Indah – perusahaan farmasi asal Italia – resmi meluncurkan Emtrix di pasar Indonesia.

Sebagai upaya memperluas portoflolionya, Transfarma Medica Indah – perusahaan farmasi asal Italia – resmi meluncurkan Emtrix di pasar Indonesia. Masuknya Emtrix ke pasar tanah air, kata Primata Tantiana, Brand Manager, PT Transfarma Medica Indah, adalah sebagai pionir di kategori produk baru untuk solusi perawatan kuku bermasalah akibat jamur kuku yang banyak tidak dikenali oleh masyarakat umum.

“Kami merupakan yang pertama di kategori ini dan belum ada pemain lain,” ujarnya yang ditemui MIX seusai konferensi pers pada Rabu (11/11). Apalagi, lanjut Primata, survey yang dilakukan Emtrix terhadap responden di kota besar seperti Jakarta & Surabaya menunjukkan bahwa angka penderita jamur kuku cukup tinggi.

Selain akibat faktor iklim tropis yang kondusif, tren dan gaya hidup modern juga turut menjadi faktor yang mempengaruhinya, terutama masyarakat urban yang senang memakai sepatu tertutup cukup lama karena jamur kuku senang tumbuh pada area tubuh, terutama jaringan kuku, yang lembab dan kurang terjaga kebersihannya.

“Banyak penderita jamur kuku di Indonesia, namun ketidaktahuan akan gejala jamur kuku ditambah dengan masalah kuku yang suka dianggap sepele karena bisa disembunyikan dengan memakai alas kaki tertutup misalnya, menyebabkan masyarakat juga tidak mencari solusi perawatan yang benar,” paparnya. Karena itulah, EMTRIX akhirnya masuk ke pasar tanah air, setelah sebelumnya sukses di pasar luar negeri seperti Korea Selatan dan Hongkong.

Untuk mengkomunikasikan produk barunya ini, menurut Primata, Transfarma gencar melakukan aktivitas marketing seperti iklan TV, radio, majalah, dan menggelar event untuk komunitas yang memiliki angka masalah kuku yang tinggi.

“Kami sudah merata menjangkau komunitas tidak hanya di Jabodetabek tetapi juga di kota-kota Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Contohnya komunitas para wanita, terutama mereka yang concern terhadap penampilan. seperti komunitas para profesional muda, para wanita karir, sampai komunitas sosial seperti ibu-ibu dan arisan perempuan karena mereka sangat ingin menjaga lifestyle,” tambahnya.

Namun yang paling penting, kata Primata, adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sebab belum banyak yang mengerti masalah jamur kuku. Oleh karena itu, pihak Transfarma gencar mengadakan edukasi seperti seminar ke komunitas dan tenaga medis, talkshow ringan di dalam toko obat ataupun apotek, serta one on one consultation dengan para representasi Transfarma Media di apotek dan toko obat seluruh Indonesia.

“Dengan gencarnya aktivitas untuk mengkomunikasikan produk ini, saya optimis terhadap produk ini di masa depannya. Produk kami sudah didistribusikan nationwide dan kami sangat surprise bahwa penerimaan masyarakat terhadap produk ini sangat tinggi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)