SUN Energy Makin Agresif Garap PLTS di Sektor Pendidikan

Pengembang proyek sistem tenaga surya terbesar di Indonesia, PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy), berkomitmen untuk menciptakan energi bersih di sektor pendidikan. Hal ini dielaborasikan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air.

“Kami sangat mendukung perguruan tinggi dan universitas serta lembaga pendidikan lain yang memiliki antusias tinggi untuk memiliki fasilitas PLTS dalam upaya menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan di lingkungannya,” ujar Chief Commercial Officer SUN Energy Dion Jefferson dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan pada Jumat (28/5) di Jakarta.

Dijelaskan, sejalan dengan target bauran energi pemerintah Indonesia mencapai 23 persen pada tahun 2025, industri sistem tenaga surya di Indonesia mulai bergairah. Berbagai sektor melirik sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai energi alternatif untuk kegiatan operasionalnya.

Berbagai proyek PLTS di kawasan pendidikan telah ditorehkan SUN Energy. Di tahun 2020 misalnya, perusahaan mengerjakan PLTS untuk melistriki gedung perkuliahan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang.

Kemudian Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung. Di lahan sekitar 1 hektar, kapasitas energi adalah 1 Mega Watt (MW) dan menjadi PLTS terbesar di Indonesia yang berada di kawasan pendidikan. PLTS tidak hanya digunakan sebagai energi listrik gedung dan kegiatan perkuliahan, tapi juga dimanfaatkan untuk laboratorium PLTS, pusat penelitian terkait energi surya.

ITERA meresmikan PLTS 1MWp Ground Mounted sebagai laboratorium PLTS terbesar pertama di antara seluruh universitas di Indonesia. “Hal ini sehubungan ITERA akan memasukan PLTS sebagai program mata kuliah sehingga mencetak lulusan siap mengembangkan industri PLTS,” jelas Dion.

SUN Energy juga terlibat dalam proyek PLTS berkapasitas 500 kWp di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk laboratorium dan gedung perkuliahan. Pembangunannya saat ini sedang dikerjakan dan rampung akhir tahun 2021.

Sementara sejumlah proyek PLTS di sektor pendidikan yang sekarang on going development antara lain 1 universitas di Kalimantan, 2 universitas di Jawa Timur, 1 universitas di Bali, 2 universitas di Jakarta, dan beberapa lokasi lainnya. Target energi yang dihasilkan adalah sebesar 15 MWp.

Dion mengaku, pihaknya membidik universitas ranking 1-100. “Tahun depan, ada 15-16 universitas yang akan dikerjakan PLTS berkapasitas 15 MW, baik universitas negeri maupun swasta,” paparnya.

Market PLTS di sektor pendidikan, diakuinya, cukup besar. Ceruk pasar universitas ranking 1-100 ditaksir mencapai Rp3 triliun lebih. “Kami targetkan kontribusi ke perusahaan dari sektor pendidikan melalui pembangunan PLTS mencapai 30 persen. Sekarang 10 persen,” urai Dion, meski diakui kontribusi terbesar disumbang dari sektor iundustri.

Selain instalasi PLTS, SUN Energy juga berkomitmen terlibat langsung dalam pengembangan kurikulum, laboratorium, dan penelitian mengenai energi surya yang dapat mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan di bidang energi baru terbarukan.

Setiap bulannya SUN Energy melakukan diskusi secara virtual dengan menghadirkan para tenaga ahli kepada lembaga pendidikan dalam memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi.

Kontribusi SUN Energy di sektor pendidikan merupakan upaya mewujudkan energi bersih untuk menciptakan lingkungan yang layak bagi generasi yang akan datang. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)