"The 4th IoT Creation" Digelar di Lima Kota

MIX.co.id - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI) kembali menggelar program "The 4th IoT Creation". Kompetisi IoT (Internet of Things) yang memasuki tahun keempat ini mengusung tema “Recover Stronger, Collaboration Beyond Borders".

Diungkapkan Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam konferensi pers yang digelar hari ini (12/4), “Program IoT Creation ini merupakan upaya mempercepat pertumbuhan ekosistem IoT di Indonesia. Di tahun keempat ini, kami berharap kreasi dan inovasi yang diciptakan dapat diimplementasikan atau tidak hanya sebatas konsep. Tahun ini, kami akan menggelarnya di lima kota, yakni Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta pada Mei hingga Juli 2022."

Pada kesempatan yang sama, Teguh Prasetya, Ketua Umum ASIOTI, menjelaskan, program The 4th IoT Creation terdiri dari tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu empowering, smart solution hunt, dan recognition award.
Kegiatan empowering terdiri dari seminar, hands-on workshop, dan kompetisi bagi tim peserta hands-on workshop.

“Para peserta akan mendapat pelatihan secara langsung dan mentoring online hingga diberikan challenge pemberian modul IoT untuk dirakit menjadi sebuah solusi IoT guna diikutsertakan dalam kompetisi dengan hadiah uang tunai,” lanjutnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, objektif program ini adalah ingin segera menciptakan solusi IoT yang dapat diserap dan diimplementasikan di market. "Para pemenang akan diberikan sertifikasi, bimbingan, dan inkubasi. Bahkan, di uiung program akan ada bisnis matching. Dengan demikian, IoT bisa jadi solusi yang diimplementasikan di pasar," papar Teguh.

Mulyadi, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, menguraikan, di tahun-tahun sebelumnya, ada banyak solusi IoT yang berasal dari daerah di luar Jakarta. Dia mencontohkan, peserta dari Mataram menghadirkan solusi IoT yang dapat membersihkan lantai mesjid tanpa melibatkan orang. Solusi itu hadir saat pandemi tengah naik di Indonesia. Ada juga solusi IoT berupa gatesway yang memastikan anak-anak yang masuk sekolah dalam kondisi sehat. Ada juga solusi IoT untuk Smart Monitoring Baterai.

"Sejak 2021, kami juga mempertemukan mereka dengan para investor dalam sebuah forum. Biasanya, mereka memang ingin menjadi entrepreneur dan mau mengembangkan sendiri solusi IoT-nya," imbuh Mulyadi.

Ditambahkan Joegianto, General Manager Business Development Polytron, sejak awal, Polytron telah berpartisipasi di program IoT Creation. Hal itu merupakan komitmen Polytron bahwa developer startup tidak sendirian dan Polytron juga ingin berkarya bersama mereka.

"Untuk itu, kami mendukung kegiatan ini dengan menyediakan 100 modul Garuda, modul IoT pertama buatan dalam negeri yang telah bersertifikasi perangkat SDPPI. Kami mengharapkan modul yang diberikan kepada peserta workshop dapat diselesaikan menjadi solusi yang bermanfaat di berbagai bidang, seperti solusi IoT untuk pertanian, perkebunan, hingga kota pintar,” jelasnya.

Di program IoT Creation, perusahaan maupun start-up penyedia solusi IoT diharapkan dapat berpartisipasi untuk mengikuti kompetisi smart solution hunt yang berfokus pada pengembangan dan pemasaran produk. Pendaftaran kompetisi ini dibuka mulai pekan depan hingga 7 Agustus 2022.

"Nantinya, ada sebanyak 10 finalis akan mendapatkan mentoring bisnis, teknis, regulasi, dan pelatihan serta sertifikasi SDM berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) No.300/2020 bidang IoT," pungkas Teguh, yang menyebutkan bahwa pasar IoT di Indonesia bertumbuh 15% setiap tahunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)