MIX.co.id - Pandemi telah mendisrupsi proses pembelajaran di bidang teknologi dan dikhawatirkan berdampak pada kualitas lulusan. Hal itu mendorong munculnya kebutuhan baru di sektor industri menyiapkan peserta didik yang inovatif, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi disrupsi.

Mempertimbangkan tantangan tersebut, Trakindo Utama menggelar program “Penguatan Pendidikan Teknologi di Tanah Air Pasca Pandemi”. Ada tiga objektif utama yang ditetapkan dalam program tersebut. Pertama, mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan penting di antara para profesional teknologi. Kedua, mengidentifikasi contoh tindakan pembelajaran yang efektif agar tetap lahir lulusan berkualitas. Ketiga, meningkatkan brand awareness dan kredibilitas Trakindo di dunia pendidikan. Adapun empat target utama yang disasar dari program tersebut adalah mahasiswa perguruan tinggi teknologi, tenaga pengajar, Kemendikbudristek, dan sektor industri.

Dalam rangkaian penyelenggaran program tersebut, Trakindo memilih dua pendekatan. Pendekatan pertama, Reputation Management, yakni membangun kepercayaan dengan mengembangkan ikatan emosional dan relevansi Trakindo dengan dunia pendidikan teknologi, mulai dari Kemendikbud ristek hingga mahasiswa serta mengembangkan profil bisnis Trakindo. Pendekatan kedua adalah RelationshipManagement, yang mencakup Capacity Building untuk memberi pengalaman yang bermakna dan pengetahuan terkini pada target utama mahasiswa pendidikan tinggi vokasi dan pendidikan tinggi teknologi; CommunityOutreach, dengan membangun dan memelihara hubungan profesional dengan media dan sektor pendidikan tinggi teknologi; lalu sinergi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi teknologi; serta mengelola isu di media dan meningkatkan dukungan media.

Program ini dieksekusi dalam format Bincang PERSpektif Trakindo, Survey Pendidikan Teknologi yang melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, dan Trakindo Goes to Campus.

Hasilnya, program ini berhasil membangun reputasi sebagai perusahaan yang menaruh perhatian besar di pendidikan teknologi; Trakindo dapat terkoneksi dengan stakeholders pendidikan tinggi teknologi, seperti Kemendikbudristek, ITS, Unhas, PENS, dan Polibatam; jumlah siswa yang paham kaitan jurusannya dengan industri alat berat naik dari 33,95% menjadi 71,65%; jumlah siswa yang minat berkarir di Trakindo naik dari 41,5% menjadi 59,35% sesudah acara edukasi tentang perubahan di industri alat berat; selain media nasional, Trakindo juga berhasil membangun hubungan intensif dengan media di beberapa daerah operasi seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau.

Dr. Nurlaela Arief, Director of Communication & Alumni Relations SBM ITB sekaligus salah satu dewan juri, menilai, “Konsep program ini baik, yaitu edukasi tentang industri terkait, berkolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, dan bisnis untuk memberikan pesan pendidikan dan kebermanfaatan yang luas. Problemdefinition cukup kuat dan hasil studi menunjukkan perubahan dengan target employer branding untuk peminat pilihan karir di Trakindo.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)