Upaya UBL Tingkatkan Akreditasi Kampus

Akreditasi merupakan salah satu pertimbangan calon mahasiswa maupun orangtua dalam memilih perguruan tinggi. Oleh karena itu, pengelola kampus tercatat sangat concern dalam mempertahankan akreditasi mereka yang sudah bagus, termasuk meningkatkan ke jenjang akreditasi yang lebih tinggi.

Salah satu upaya yang dilakukan pengelola kampus untuk meningkatkan akreditasi adalah dengan menumbuhkan kualitas para pengajarnya. Langkah itu pula yang diambil oleh Universitas Budi Luhur (UBL) dalam meningkatkan akreditasi perguruan tingginya. Antara lain, melalui mengirim para dosennya guna mengikuti konferensi internasioanl. Bahkan, beberapa dosen hadir dalam konferensi berkelas dunia sebagai "keynote speaker" atau pembicara utama.

Dalam perhelatan "2nd International Conference on Business Management, Economics, Marketing, Tourism, Biomedics, Communication, Technnology and Engineering" di Dubai pada awal tahun 2017 ini, UBL mengirim dosennya, antara lain Dr. Dewi Puspaningtyas Faeni, MBA untuk membawakan tema 'Indonesian Higher Education Outlook'.

"Dalam konferensi internasional di Dubai tersebut, dipresentasikan juga 7 hasil penelitian yang dilakukan para dosen Universitas Budi Luhur yang telah berhasil menembus journal internasional terindex Scopus. Antara lain, pemaparan hasil penelitian 'Absorptive Capacity Creativity Development and Participation Intention Toward SMEs Knowledge In E-Tech' yang dibawakan oleh saya sendiri," ujar Ratih, yang menyebutkan bahwa ia berhasil mendapat Best Paper atas pemaparan dan kajian ilmiah penelitian tersebut.

Dosen UBL tersebut hadir sebagai keynote speaker bersama keynote speaker yang sangat kompeten dalam bidangnya dari negara lain, yaitu Prof. Dr. Nabeel Ar Raj, Minister of Higher Education of Iraq, serta Prof. Datuk Dr. Mohammad Razali bin Muhamad, Deputy Rector of University Teknikal Malaysia Melaka.

Dalam temu ilmiah tersebut dilakukan juga diskusi seputar strategi sekaligus upaya peningkatan kualitas lembaga perguruan tinggi. Terutama, dalam keberhasilan mempublikasikan jurnal terindeks SCOPUS dan ISI Indexed Thomson Reuter. "Jumlah peserta yang hadir dalam konferensi tersebut 180 delegasi dari berbagai lembaga pendidikan tinggi ternama di dunia, seperti Jepang, Turki, Iran, Irak, India, dan Malaysia," lanjutnya.

Dari ketiga keynote speaker tersebut, diperoleh kesimpulan untuk melakukan terobosan- terobosan, di antaranya kiat kiat, strategi, dan usulan inovatif mengenai pola peningkatan peringkat universitas secara nasional maupun peringkat perguruan tinggi internasional.

"Pertemuan internasioanl ini tidak saja memberikan kesempatan kepada UBL untuk meningkatkan akreditasinya, tapi UBL juga mendapatkan peluang untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dari beberapa perguruan tinggi di berbagai negara," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)