Martha Tilaar Fokus Garap Bisnis Herbal

Sejalan dengan komitmen Martha Tilaar tentang 'Beauty Culture', ke depan, bisnis Martha Tilaar Group (MTG) tidak hanya sekadar mengeksplorasi produk kecantikan, tetapi juga akan mengembangkan sekaligus memperkuat lini bisnis produk herbal. Ini adalah mimpi kami, yaitu menjadikan produk herbal atau jamu Indonesia, mendunia,” ujar sosok Founder Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, dalam acara penanaman 450 pohon herbal di Kampoeng Djamoe Organik, akhir Agustus (25/8) ini, dan sekaligus rangkaian program untuk perayaan hari jadi MTG ke 45 tahun.
Martha Tilaar Group

Kegiatan Penanaman 450 pohon herbal di Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar sebagai rangkaian program untuk merayakan ulang tahun Martha Tilaar Group ke 45.

Untuk mewujudkannya, MTG pun membangun pabrik baru yaitu PT Martina Berto Plant II di Cikarang yang dikhususkan untuk pengembangan produk Herbal, dan telah mendapat sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk sediaan cairan obat dalam, sediaan cairan obat luar, sediaan serbuk obat dalam, sediaan serbuk obat luar, sediaan tablet, dan sediaan setengah padat. Oleh karena itu, pabrik baru ini direncanakan akan memproduksi berbagai jenis ekstrak, yakni produk antara (intermediate) seperti pati dan serbuk, produk jadi seperti obat herbal (sirup, suspensi), minyak telon, teh, masker dan lainnya. Di samping memproduksi produk herbal untuk brand yang berada di bawah payung Martha Tilaar Group seperti Sariayu dan Dewi Sri Spa, PT Martina Berto Plant II Cikarang juga membuka kerja sama OEM/tol manufacturing, baik dalam bentuk ekstrak maupun produk jadi. Didukung dengan fasilitas mesin modern, tim yang profesional dan kolaborasi kerja sama di bidang edukasi, riset dan kemitraan strategis dengan konsep ABC+G. Antara lain Academic (di antaranya dengan Magister Herbal Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Mulawarman, Universitas Padjajaran, Universitas Gajah Mada, Leiden University), Business (para mitra perusahaan herbal dan kosmetik), Community (kemitraan dengan petani herbal dan aromatik di 33 provinsi), dan Government (di antaranya LIPI, BPPT), PT Martina Berto Plant II Cikarang sudah siap untuk memproduksi produk-produk bermutu dan memberikan solusi dengan kerja sama bisnis di bidang Herbal yang diprediksi sangat potensial di Tanah Air. Pabrik baru yang juga satu lokasi dengan Kampoeng Djamoe Organik dan Martha Tilaar Training Centre ini juga diharapkan dapat memperkuat lini bisnis Martha Tilaar Group pada produk herbal seiring tren bisnis herbal yang semakin prospektif dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat dan pentingnya produk/obat herbal dibanding obat kimia. Sementara dari segi kerja sama, Martha Tilaar Group juga telah bersahabat selama 20 tahun dengan para laskar jamu gendong dan turut mendukung berdirinya Paguyuban Laskar Jamu Gendong Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)