Satu semester hadir di Tanah Air, Sinkromark Strategic Marketing Solutions menggelar kegiatan marketing gathering bertajuk "What's New in Marketing". Mengundang para praktisi pemasaran di Indonesia, kegiatan yang digelar pada pertengahan Juli itu menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya, Research Director Brain Focus Edhy Bawono yang membawakan tema Neuro Marketing dan Head of M-Advertising XL Herwinto Chandra Sutantyo yang membawakan tema Mobile Marketing.

Juli ini, Sinkromark Strategic Marketing Solution menggelar marketing gathering bertajuk "What's New in Marketing" pada Senin (14/7) di Jakarta, yang membahas tentang Neuro Marketing dan Mobile Marketing. Juli ini, Sinkromark Strategic Marketing Solutions menggelar marketing gathering bertajuk "What's New in Marketing" pada Senin (14/7) di Jakarta, yang membahas tentang Neuro Marketing dan Mobile Marketing.

Dikatakan Bambang Iman Santoso, Managing Director Sinkromark kepada MIX Marcomm, "Kegiatan marketing gathering itu untuk memfasilitasi para praktisi pemasaran sekaligus berbagi ilmu dakam memperkenalkan metode pemasaran terkini. Antara lain, isu tentang neuro marketing dan mobile marketing yang tengah hangat diperbincangkan oleh para marketer Tanah Air."

Bambang pun berharap kegiatan marketing gathering itu akan menjadi agenda atau forum rutin bagi para praktisi pemasaran di Indonesia. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ajang diskusi aktif yang menghasilkan ide dan solusi bagi industri pemasaran di Indonesia. Termasuk, dapat meningkatkan daya saing para pemasar Indonesia di tingkat global," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Edhy mengungkapkan bahwa metode neuro marketing sudah banyak dimanfaatkan para pemasar dalam merancang iklan maupun progran promosi yang efektif. Tools neuro marketing yang dapat digunakan cukuo beragam. Diantaranya, face recording, eye tracking, voice analyses, MRI, dan EEG.

"Melalui tools neuro marketing, pemasar dapat mengetahui respon tersembunyi dari audience terhadap iklan atau produk yang dilihat dan dirasakan, pemasar juga dapat mengetahui pesan iklan sampai atau tidak ke audience, serta efesiensi biaya," terang Edhy.

Sementara itu, Herwinto dalam presentasinya menerangkan bahwa sejak tahun 2013 lalu tiga perusahaan telekomunikasi besar--XL, Indosat, dan Telkomsel--telah berkolaborasi untuk membesarkan mobile marketing di Indonesia, meskipun saat ini kontribusi mobile marketing masih sangat kecil terhadap total pendapatan perusahaan telekomunikasi karena masih didominasi oleh layanan data, voice, dan SMS.

"Kolaborasi tersebut berangkat dari prediksi akan besarnya pasar mobile advertising di Indonesia, terutama di sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods), telekomunikasi, finansial, dan media. Untuk itu, XL menawarkan konsep 360 derajat mobile advertising kepada klien," ujar Herwinto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)