5 Tindakan Efektif Setelah Perusahaan Minta Maaf

Minta maaf adalah tindakan penting dalam memperbaiki hubungan yang rusak atau merusak. Minta maaf menunjukkan bahwa Anda mengakui kesalahan atau tindakan yang tidak pantas dan ingin memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan. Namun, hanya meminta maaf saja tidak cukup. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat permintaan maaf.

Minta maaf adalah tindakan penting dalam memperbaiki hubungan yang rusak atau merusak. Minta maaf menunjukkan bahwa Anda mengakui kesalahan atau tindakan yang tidak pantas dan ingin memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan.

Oleh karena itu, permintaan maaf dapat membantu memulihkan kepercayaan dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Permintaan maaf yang tulus, jujur, dan disertai dengan tindakan nyata dapat membantu memperbaiki hubungan yang rusak dan memperkuat ikatan antara orang yang berbeda.

Namun, hanya meminta maaf saja tidak cukup. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat permintaan maaf. Pertama, mengakui kesalahan secara jujur dan tidak mencoba untuk memperhalus atau memperbesar masalah. Mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan menjelaskan alasan di balik tindakan tersebut merupakan Langkah yang baik.

Beberapa perusahaan pernah mengakui kesalahan secara jujur atas kesalahannya dalam situasi yang berbeda-beda. Johnson & Johnson misalnya. Pada tahun 1982, produk Tylenol dari Johnson & Johnson telah dicampur dengan racun sianida oleh pihak yang tidak dikenal, yang menyebabkan kematian beberapa orang. Perusahaan secara terbuka mengakui kesalahannya dan menarik semua produk Tylenol dari pasar, melakukan kampanye publik untuk memberi tahu konsumen tentang kejadian tersebut, dan memperkenalkan kemasan yang lebih aman untuk produk tersebut.

Ada lagi Starbucks. Pada tahun 2018, dua pria kulit hitam ditangkap di sebuah gerai Starbucks di Philadelphia karena menunggu teman mereka di dalam toko tanpa membeli apapun. Insiden tersebut menyebabkan protes publik dan reaksi negatif terhadap perusahaan. Starbucks mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka, serta melakukan pelatihan diversitas bagi karyawannya.

Tesla juga pernah meminta maaf. Pada tahun 2020, CEO Tesla Elon Musk mem-posting serangkaian tweet yang mengkritik lockdown COVID-19 di California dan mempertanyakan keefektifan tes COVID-19. Kritik tersebut menuai kecaman publik dan pemegang saham Tesla. Musk kemudian mengakui kesalahannya dalam sebuah wawancara dan meminta maaf.

Dalam setiap kasus ini, perusahaan mengakui kesalahannya secara terbuka dan tulus. Langah itu  membantu memperbaiki citra perusahaan dan memperkuat kepercayaan konsumen dan pemangku kepentingan lainnya.

Kedua, menunjukkan penyesalan yang tulus: Dalam konteks ini perusahaan menjelaskan bahwa mereka benar-benar menyesal atas tindakan yang telah dilakukan dan mengakui bahwa tindakan tersebut merugikan orang lain.

Beberapa contoh perusahaan yang telah menunjukkan penyesalan yang tulus dalam situasi yang berbeda-beda adalah: United Airlines. Pada tahun 2017, seorang penumpang yang telah memesan tempat duduk di pesawat United Airlines diusir dengan paksa oleh petugas keamanan bandara setelah ia menolak untuk meninggalkan tempat duduknya demi memberi tempat kepada seorang kru penerbangan.

Insiden tersebut menyebabkan reaksi negatif dari publik dan pemangku kepentingan lainnya. CEO United Airlines Oscar Munoz meminta maaf secara terbuka dan menunjukkan penyesalan yang tulus, serta mengumumkan langkah-langkah untuk memperbaiki praktek perusahaan.

Facebook juga pernah menyatakan penyesalannya secara tulus. Pada tahun 2018, Facebook terlibat dalam skandal privasi yang besar setelah ratusan ribu data pengguna disalahgunakan oleh perusahaan data Cambridge Analytica. CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf secara terbuka dan menunjukkan penyesalan yang tulus atas kejadian tersebut, serta mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan data pengguna di platform Facebook.

Yang menarik adalah Volkswagen. Pada tahun 2015, Volkswagen mengakui bahwa mereka telah memanipulasi tes emisi pada jutaan mobil diesel mereka. CEO Volkswagen Martin Winterkorn meminta maaf secara terbuka dan menunjukkan penyesalan yang tulus atas kejadian tersebut, serta mengumumkan langkah-langkah untuk memperbaiki situasi.

Pages: 1 2
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)