COLDPLAY: BEGINI RAHASIA SUKSESNYA

Dari studio ke stadion dunia, Coldplay memanfaatkan strategi inovatif untuk mempertahankan relevansi dan dominasi di industri musik. Bagaimana mereka melakukannya? Temukan rahasia di balik layar.

.

.

Pekan lalu, kelas Marketing Communcation PGP LSPR Communication and Business Institute mendiskusikan soal kenapa Coldplay sering berhasil dalam show dan albumnya. Rupanya para mahasiswa masih ingat dengan keberhasilan konser pertama Coldplay di Jakarta, November 2023 lalu.

Akhir Juni lalu, Coldplay tampil di Glastonbury 2024 dengan rangkaian penampilan yang kontras selama dua jam. Mereka memadukan lagu-lagu hit stadion dengan tema cinta dan perdamaian. Meskipun dikenal dengan lagu-lagu seperti "Viva La Vida," dan "Clocks," mereka tidak hanya menyajikan hit-hits besar.

Lagu-lagu yang mereka sajikan dimulai dengan "Yellow," diikuti lagu-lagu seperti "Higher Power" dan "Paradise." Namun, menurut the Standard, setelah penampilan spektakuler awal, Chris Martin membawa energi yang tak terduga, mengajak penonton untuk menyimpan ponsel dan berinteraksi langsung.

Dalam bagian kedua, band ini beralih ke lagu-lagu yang kurang dikenal. Ada lagu belum dirilis "We Pray," dan kolaborasi dengan BTS dalam "My Universe," yang hanya ditampilkan melalui proyeksi gambar. Meski beberapa pilihan lagu mungkin kurang akrab, penampilan Coldplay di Glastonbury tetap menunjukkan energi dan kreativitas mereka, meskipun dengan beberapa momen yang tidak terduga.

Glastonbury adalah sebuah festival musik dan seni yang terkenal di dunia, yang secara rutin diadakan di Worthy Farm, dekat Pilton, Somerset, Inggris. Festival ini terkenal dengan tampilannya yang luas dan beragam, mencakup musik dari berbagai genre, tarian, teater, sirkus, cabaret, dan seni lainnya.

Coldplay, band rock terkenal dari Inggris dengan penjualan lebih dari 55 juta album, menurut mahasiswa, sudah terbiasa dengan kesuksesan. Yang menarik adalah strategi yang diambil Coldplay untuk membuat keberhasilannya itu. Tak banyak yang mengetahui bahwa di setiap rilis album baru selalu menghadirkan tantangan tersendiri, dan itu terlihat jelas saat mereka meluncurkan album kelima, "Mylo Xyloto".

Chris Martin, vokalis dan tokoh utama dari band ini, mengakui bahwa setiap album baru membutuhkan pendekatan yang segar. “Dengan dinamika media dan hiburan yang begitu cepat, setiap peluncuran album harus dianggap sebagai debut kami yang baru," kata Martin.

“Tidak ada jaminan bahwa mereka yang menyukai 'A Rush of Blood to the Head' akan menyukai album baru ini. Jadi, kami memulai dari awal lagi.”

Sebelum memulai tur dunia pada tahun 2012 yang direncanakan berlangsung lebih dari setahun, Coldplay sibuk dengan 60 penampilan di berbagai tempat pada tahun 2011 untuk mempromosikan "Mylo Xyloto".

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)