Revolusi Brand Digital: Menguasai Owned-Media untuk Hubungan Interaktif

Merek besar memanfaatkan era digital dengan mengontrol media milik, menciptakan hubungan mendalam dan interaktif dengan audiens, merevolusi komunikasi dan memimpin dalam menarik perhatian konsumen.

Catatan Indonesia PR of the Year ke-16

Di tengah gempuran era digital, merek-merek besar kini beralih ke senjata pemasaran terampuh mereka: media milik (owned media). Dengan kendali penuh atas situs web, aplikasi mobile, blog, dan jejaring sosial mereka, merek-merek ini menguasai arena komunikasi, membuka jalan bagi pembentukan hubungan yang tidak hanya dekat tapi juga interaktif dengan pengikut mereka.

Ini bukan sekadar strategi; ini adalah revolusi dalam cara merek berkomunikasi, menempatkan mereka di garis depan pertempuran untuk perhatian audiens.

Contoh nyata dari pemanfaatan strategis owned media adalah inisiatif yang dilakukan oleh Tokopedia melalui platform digitalnya. Sebagai salah satu marketplace terdepan di Indonesia, Tokopedia menggunakan Topcast, sebuah podcast yang membahas isu terkini dan berbagai topik menarik lainnya, untuk berinteraksi lebih dalam dengan para seller dan penggunanya.

Melalui aplikasi Noice, para seller dan pengguna dapat dengan mudah mengakses konten-konten yang disajikan di Topcast, mulai dari diskusi mengenai tren yang sedang viral di media sosial hingga berbagai rekomendasi konten menarik lainnya.

Selain itu, Sharp Electronics Indonesia juga menunjukkan bagaimana pemanfaatan platform digital dapat meningkatkan edukasi produk dan memperkuat komunikasi dengan pelanggan. Melalui aplikasi Sharp ID, pelanggan dapat dengan mudah mengakses informasi produk, penawaran terbaik, dan bahkan menemukan pusat servis terdekat, yang semuanya dirancang untuk mempermudah interaksi dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pemanfaatan owned media ini tidak hanya tentang penyediaan informasi produk atau layanan, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah melalui konten yang menarik dan relevan dengan kebutuhan dan minat audiens. Dengan owned media, brand memiliki kebebasan penuh dalam mengatur narasi dan membangun persepsi positif di mata audiensnya, sekaligus memberikan ruang bagi audiens untuk berinteraksi dan memberikan feedback.

Lebih lanjut, dalam konteks komunikasi pemasaran modern, pemanfaatan owned media menjadi sangat penting karena memungkinkan brand untuk melakukan segmentasi audiens yang lebih tepat dan personalisasi konten. Hal ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pesan pemasaran tetapi juga memperkuat loyalitas pelanggan.

Selain itu, dalam kombinasi dengan paid media (media berbayar) dan earned media (konten yang dihasilkan oleh pengguna), owned media menjadi bagian integral dari strategi POEM (Paid, Owned, and Earned Media) yang bertujuan untuk mencapai komunikasi pemasaran yang lebih holistik dan efektif.

Dengan kemajuan teknologi dan konektivitas internet, pemanfaatan owned media oleh brand-brand ternama menunjukkan bagaimana pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman dalam strategi komunikasi pemasaran. Melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif dalam menggunakan owned media, brand dapat lebih efektif dalam menjalin hubungan yang berarti dengan audiensnya, sekaligus meningkatkan keterlibatan dan kesetiaan pelanggan dalam jangka panjang.

Pemanfaatan media milik (owned media) oleh merek-merek ternama, seperti yang terlihat dalam kasus Tokopedia dan Sharp Electronics Indonesia, menggambarkan bagaimana inovasi digital dapat dimanfaatkan untuk menguatkan hubungan dengan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Namun, strategi ini juga menghadapi tantangan dan kritik yang perlu ditelaah lebih dalam untuk memahami kompleksitasnya dalam praktik pemasaran modern.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)