Selamat Datang Corporate Newsroom Journalism

Dua hari lalu, di grup alumni ada seorang eksekutif sebuah perusahaan berkeluh tentang susahnya mempublikasikan kegiatan di lembaganya. Dia tahu bahwa lembaga di atasnya, yang memayungi semua publikasi lembaga di bawahnya, mempunyai media publikasi. Tapi ya itu tadi dia sulit mendapatkan akses ke media itu.

Itu persoalan umum, apalagi ketika di sebuah lembaga silo-silo antar lembaga baik yang setara maupun ke atas dan di bawahnya semakin kuat. Jangankan ke atas, ke amping saja susah. Apalagi menyangkut publikasi. Butuh perhatian dan kurasi khusus karena bila dipublikasikan – ada kekhawatiran, jangan-jangan kontennya merusak atau minimal berimbas negatif. Bagaimana kalau dibully?   

Saya lalu menawarkan, bagaimana kalau membuat semacam kantor redaksi (newsroom) sendiri. Disitu ada semacam tim yang merencanakan, mengerahkan tenaga penulis, kurasi atau redaksi yang memoles tulisan sesuai dengan visi dan misi organisasi, dan mempublikasikannya. Selain itu, newsroom itu tugasnya juga memantau cerita-cerita tentang organisasi itu baik yang positif maupun negatif.

Sepengtahuan saya, praktek seperti itu sudah banyak dilakukan perusahaan-perusahaan. Untuk mengintegrasikan dunia digitalnya, perusahaan sekelas Fox News Channel yang notabenenya adalah perusahaan media, tahun 2013 merasa perlu memiliki ruang berita baru yang diisi dengan layar sentuh besar dan dinding video 38 kaki yang dapat dikontrol dengan remote seperti Wii.

Praktek itu kini diikuti agensi-agensi, termasuk agensi public relations. Banyak agensi PR yang  membangun area seperti ruang redaksi di kantor mereka untuk membantu melayani klien mereka dengan cara baru dan inovatif. Agensi menggunakan ruang redaksi mereka tidak hanya untuk membantu mendorong mempublikasikan cerita tentang klien mereka, tetapi memantau semua media dan bereaksi terhadap berita-berita yang muncul hari itu, dan menyampaikan pesan klien mereka secara real time.

Ruang redaksi PR baru itu ibarat kata berfungsi sebagai ruang mesin yang menghasilkan ide dan energi untuk menjaga nama merek tetap hidup di lingkungan yang hiruk pikuk dengan informasi seperti sekarang ini.

Ketika Al Roker, pembawa acara prakiraan cuaca NBC, ketiduran pada Agustus lalu dan melewatkan acara TV pertamanya dalam 39 tahun, Golin Harris atas nama klien McDonald's mentweet dengan mengatakan, "Tetap bersama kami @AlRoker."

"Kami akan membantu Anda bangun selama 39 tahun #McCafe berikutnya." Secara alami, orang-orang di acara "Today" membaca tweet itu di udara pagi itu.

"Kami menang. Kami beroperasi seperti ruang redaksi yang sebenarnya," kata Tony Telloni, direktur pelaksana di GolinHarris. Agensi memasang ruang redaksi semunya, dijuluki "The Bridge," pada 2011 ketika perusahaan benar-benar menata ulang. Itu adalah bagian dari serangkaian produk dan layanan baru yang ditawarkan agensi kepada kliennya.

Dalam dua tahun terakhir ruang berita itu telah menjadi pusat perhatian agensi, sedemikian rupa sehingga ketika pengunjung turun dari lift di kantornya di New York mereka disambut oleh pemandangan The Bridge.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)