Rebranding Milo School Competition

Masuk tahun ke-14, Milo School Competition (MSC) berubah namanya menjadi Sirnas-Milo School Competition. Rebranding ini terkait dengan naiknya program kompetisi tersebut pada level sirkuit nasional, standar pertandingan tertinggi di lingkup Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).   0816SIRNAS-MSC (3) Konferensi Pers SIRNAS-MILO School Competition Kamis (25/8) kemarin dihadiri oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Gatot S. Dewa Broto, Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI Ricky Soebagdja dengan didampingi Legal & Corporate Affairs Director PT Nestlé Indonesia Debora Tjandarakusuma dan Business Executive Manager Beverages PT Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo.     “Kami berterima kasih kepada pemerintah atas dukungannya sehingga MILO School Competition dipercaya untuk menerapkan standar Sirkuit Nasional dan disejajarkan dengan kompetisi bulu tangkis tingkat nasional lainnnya. Semoga melalui SIRNAS-MILO School Competition, kami dapat membantu pemerintah dalam melahirkan lebih banyak lagi bibit-bibit atlet bulu tangkis yang dapat menjadi kebanggaan Indonesia ke depannya,” ujar Prawitya Soemadijo. Peningkatan standar Milo School Competition menjadi Sirkuit Nasional, menurutnya, merupakan kesempatan Nestle dalam memperluas cakupan peserta tidak terbatas pada kategori sekolah saja, karena bisa mencakup peserta dari klub bulu tangkis.   SIRNAS-MILO School Competition 2016 telah dibuka di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru pada 11-16 April 2016 lalu dengan diikuti lebih dari 500 peserta. SIRNAS-MILO School Competition kemudian berlanjut di Cirebon 23-28 Mei, Solo 29 Agustus-3 September, Banjarmasin 3-8 Oktober, Surabaya 17-22 Oktober dan Manado 7-12 November, dan dengan total target peserta 3.000 siswa SD dan SMP.     Para juara SIRNAS–MILO School Competition 2016 akan mendapatkan poin sesuai dengan kategori kelompok usia yang akan mempengaruhi peringkat peserta di PBSI. Pada kelompok usia U-13, juara satu mendapatkan 200 poin, juara dua 170 poin dan juara tiga 140 poin. Sedangkan untuk kelompok usia U-15 juara satu akan mendapatkan 300 poin, juara dua 255 poin, serta juara tiga 210 poin. Selain itu, keikutsertaan dalam kompetisi sirkuit nasional juga menjadi salah satu syarat untuk proses seleksi Pelatnas.    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)