Inisiatif Berkelanjutan Mowilex untuk Lingkungan

Produsen cat tembok Mowilex berinisiatif untuk mengurangi emisi karbon, mengurangi sampah plastik, dan konservasi laut. Inisiatif lingkungan tersebut diwujudkan melalui komitmen Mowilex untuk mengurangi 80% kemasan plastik dalam waktu delapan tahun.

Antara lain, melalui penggunaan kembali kemasan kaleng timah yang dapat didaur ulang, material plastik dengan konten daur ulang, serta bekerja sama dengan pemasok dan perusahaan pengelolaan limbah untuk mengeksplorasi alternatif pengemasan dan pengumpulan limbah sampah.

Sementara itu, langkah pengurangan emisi karbon diwujudkan Mowilex melalui upaya Mowilex untuk menjadi perusahaan manufaktur pertama di Indonesia dan satu-satunya produsen cat di Tanah Air yang memiliki sertifikasi karbon netral.

SCS Global Services, sebuah badan sertifikasi yang diakui secara internasional, melakukan evaluasi melalui pihak ketiga untuk menghitung emisi yang dihasilan oleh Mowilex yang mencakup semua lokasi dan operasinya.

Mowilex mengimbangi jejak karbonnya berdasarkan CarbonNeutral Protocol yang dikembangkan oleh Natural Capital Partners, pemimpin global yang mempelopori proses sertifikasi dan mulai mengembangkan protokol ini pada tahin 2002.

Dijelaskan CEO Mowilex Indonesia Niko Safavi, Mowilex memiliki perhatian tinggi terhadap isu perubahan iklim. Oleh karena itu, perusahaan menerapkan kebijakan ketat untuk mengurangi dampak emisi gas buang.

"Jadi, perubahan iklim dan risiko usaha itu adalah dua hal yang saling terkait dan tidak dapat terpisahkan. Banyak sekali kekhawatiran yang muncul akibat perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut hingga polusi air, yang akan berdampak terhadap stok ikan," kata Safavi pada akhir Oktober ini.

Inisiatif berkelanjutan itu didukung juga oleh perusahaan induk Mowilex yang berbasis di Singapura, Asia Coatings Enterprises, Pte. Ltd. (ACE). Antara lain, ACE telah mendanai program Konservasi Internasional yang akan terus melindungi Teluk Saleh, yang memiliki luas 1.500 kilometer persegi di Sumbawa, Indonesia, selama lima tahun ke depan.

"Program ini akan memelihara dan melindungi habitat penting bagi hiu paus yang terancam punah serta mendukung masyarakat setempat untuk mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan. Ada banyak batasan yang ditempatkan pada entitas di Indonesia yang ingin mendukung LSM internasional. Jadi, kami membantu mereka mencapai tujuan konservasi laut mereka,'' kata Managing Director ACE Imelda Sasmito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)