MENGAPA CORPORATE SOCIAL INITIATIVE (CSI), BUKAN CORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY (CSR)?

Dalam era bisnis modern, terminologi "Tanggung Jawab Sosial Korporasi" vs "Inisiatif Sosial Korporasi" sering menjadi perdebatan. Artikel ini menjelaskan alasan pilihan "Inisiatif" dan pengaruh eksternal pada keputusan korporasi.

Corporate Social Initiative (CSI - Inisiatif Sosial Korporasi) merupakan sebuah definisi yang mencakup tindakan perusahaan yang mendukung kebaikan sosial, melampaui kepentingan perusahaan itu sendiri dan di luar apa yang diwajibkan oleh undang-undang (McWilliams et al., 2006).

Meskipun banyak literatur menggunakan istilah Tanggung Jawab Sosial Korporasi (CSR), namun ada argumen kuat untuk menggunakan istilah "Inisiatif" ketimbang "Tanggung Jawab" untuk memisahkan dari perdebatan normatif mengenai tanggung jawab perusahaan (Margolis dan Walsh, 2003).

Istilah "Tanggung Jawab" mengimplikasikan adanya kewajiban moral atau etis yang harus dilakukan oleh korporasi dalam mendukung kebaikan sosial. Namun demikian, ini bukan berarti mempertentangkan Corporate Social Initiative vs Corporate Social Responsibility, atau Tanggung Jawab vs Inisiatif dalam konteks korporasi.

Margolis dan Walsh (2003) menegaskan bahwa ada urgensi untuk membedakan tindakan yang benar-benar mendasari kewajiban etis perusahaan dengan tindakan yang mungkin saja dilakukan perusahaan sebagai inisiatif tambahan, yang mungkin tidak berkaitan langsung dengan operasi inti mereka. Inilah sebabnya mengapa istilah "Inisiatif Sosial Korporasi" diajukan.

Menggunakan kata "Inisiatif" menekankan bahwa tindakan tersebut diambil atas dasar kemauan dan inisiatif perusahaan itu sendiri, bukan karena kewajiban atau tuntutan. Ini menghindari perdebatan mengenai apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan dan apa yang merupakan inisiatif tambahan.

Artinya, dengan istilah ini, fokus beralih dari apa yang "seharusnya" dilakukan perusahaan menjadi apa yang "bisa" dilakukan perusahaan untuk mendukung kesejahteraan sosial. Dalam konteks ini, diakui atau tidak, ada peran eksternal dalam kebijakan perusahaan

Salah satu aspek menarik yang kurang dieksplorasi adalah mengapa perusahaan memilih untuk terlibat dalam inisiatif sosial. Meski ada banyak literatur yang mencoba menjawab pertanyaan ini, namun aspek-aspek determinan institusional sering kali ditinggalkan (Brammer et al., 2012; Roulet dan Touboul, 2014).

Hal ini menarik, karena dalam konteks global saat ini, pengaruh luar seperti budaya, nilai, dan tekanan institusi seringkali menjadi penentu bagaimana perusahaan memandang dan memutuskan untuk terlibat dalam inisiatif sosial (Matten dan Moon, 2008; Roulet dan Touboul, 2014).

Lebih lanjut, meskipun banyak literatur yang menganggap aktivis dan LSM hanya sebagai pemantau, namun peran mereka dalam mengarahkan dan mempengaruhi kebijakan perusahaan tidak dapat diabaikan (Doh dan Guay, 2006).

Aktivis, misalnya, seringkali dianggap sebagai entitas yang mampu mengubah preferensi konsumen atau bahkan berfungsi dalam hierarki korporat (Raeburn, 2004; Rao, 1998; Zald dan Berger, 1978). Artinya, ada kewajiban etis korporasi?

Jadi, meskipun Inisiatif Sosial Korporasi mungkin tampak sebagai langkah baik yang diambil oleh perusahaan, namun ada pertimbangan yang lebih mendalam dan kompleks di balik keputusan tersebut.

Pengaruh eksternal, seperti tekanan budaya atau institusi, serta peran aktivis dan LSM, menunjukkan bahwa dunia bisnis saat ini tidak lagi hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada bagaimana mereka dilihat dan bagaimana mereka memengaruhi masyarakat di sekitarnya. Jadi sejauh mana pengaruh aktivis dan LSM dalam dunia bisnis?

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)