Mengintip Program Bank Sampah Pacifik Place-Jakarta

Sampah selalu menjadi salah satu masalah yang dialami pemerintah, termasuk pemerintah kota Jakarta. Dinas Kebersihan DKI Jakarta misalnya, mencatat 7.000 ton sampah dihasilkan setiap harinya di ibukota. Sampah-sampah tersebut berasal dari permukiman maupun perkantoran. Fakta itulah yang menjadi alasan Pacific Place Care menggelar program “Bank Sampah”.

Dikatakan Nanny Kurniawan, HR & GA Manager PT Pacific Place Jakarta, Lingkungan merupakan salah satu pilar CSR (Corporate Social Responsibilit) yang diusung oleh Pacific Place. “Dan, program Bank Sampah yang sudah dimilai sejak 2014 lalu merupakan salah satu implementasi dari pilar CSR Pacific Place. Semua program Bank Sampah Pacific Place berada di wilayah Jakarta Selatan, yang notebene domisili dari Pacific Place Mall,” ungkapnya.

Setelah sukses digelar di tiga tempat—yakni Bank Sampah Lavender Kelurahan Selong, Bank Sampah Kelurahan Pulo, dan Bank Sampah Kelurahan Gandaria Selatan—pada Desember ini, Pacific Place kembali menggelar program Bank Sampah di Karet Tengsin. Tepatnya, di RPTRA Intiland di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat untuk lebih bijak mengelola sampah dengan cara-cara yang menyenangkan dalam bentuk tabungan,” tutur Nanny di sela-sela persemian Bank Sampah RPTRA Intiland di Kelurahan Karet Tengsin.

Selama enam bulan menggelar program Bank Sampah di masing-masing wilayah, Pacific Place akan memberikan edukasi, pelatihan, sekaligus pendampingan. “Kami bentuk pengurus bank sampahnya, kemudian mereka kami edukasi, dilatih memilah sampah, dan didampingi selama enam bulan, sampai mereka dapat mandiri. Selain itu, kami juga membantu membangun kantor dan gudang untuk bank sampah,” urainya. pelatihan, studi banding, konsultasi dan peningkatan fasilitas bank sampah.

Pada RPTRA Intiland di Kelurahan Karet Tengsin, diakui Nanny, program bank sampah dijalankan oleh anak-anak Karang Taruna, yang notabene segmen millennials. “Bahkan, anak-anak kecil di sana pun sudah berpartisipasi dalam mengumpulkan dan mengantarkan sampah untuk ditimbang. Ini yang membedakan Bank Sampah Karet Tengsin dengan daerah sebelumnya, yang selama ini para pengurusnya adalah ibu-ibu PKK,” urainya.

Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan untuk mengedukasi, melatih, dan mendampingi para pengurus Bank Sampah di daerah Karet Tengsin pun dikemas secara fun. Misalnya, dengan cara mendongeng. “Antusiasme warga pun sangat bagus. Baru diluncurkan pada awal Desember 2018, hanya dalam kurun waktu dua minggu, jumlah nasabah sudah mencapai 55 nasabah,” ucapnya.

Salma, Ketua Bank Sampah RPTRA Intiland, sangat mengapresiasi kegiatan pendampingan yang telah diberikan oleh Pacific Place. Sejak berdiri bulan lalu, program Bank Sampah RPTRA Intiland mendapatkan respon yang positif dari masyarakat termasuk anak-anak, tercatat sudah lebih dari 50 orang nasabah yang bergabung.

“Setiap hari Sabtu, anak-anak maupun masyarakat sekitar dapat menabung sampahnya ke sini. Kami berharap kehadiran Bank Sampah RPTRA Intiland dapat menjadi motor dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan dilingkungan di wilayah Kelurahan Karet Tengsin,” tutup Salma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)