Tahun Depan, P&G akan Menjalankan Program Berkelanjutan “Conscious Living”

Dibutuhkan peran serta dan komitmen semua pihak guna menjaga kelestarian dan keberlanjutan ekosistem di bumi. Termasuk, dalam menangani sampah plastik. Mengingat, data  ourworldindata.org mengungkapkan bahwa hanya 6% atau sekitar 500 juta ton sampah plastik yang diproses untuk daur ulang.

Oleh karena itu, P&G Indonesia memiliki komtimen untuk meningkatkan kesadaran para stakeholders terkait program keberlanjutan lingkungan, melalui program Conscious Living. Program berkelanjutan ini mengkolaborasikan upaya bersama dari tiga pilar P&G di Indonesia.

Pertama, inovasi produk dan merek terdepan P&G yang melangsungkan prinsip responsible consumption. Beberapa yang telah dilaksanakan di Indonesia seperti pengurangan plastik pada kemasan sachet serta penggunaan recycle sampah plastik dari laut untuk kemasan sampo. Program ini akan mulai diperkenalkan di tahun 2021.

Kedua, upaya keberlanjutan menyeluruh (End-to-end Sustainability Efforts) yang dilakukan di pabrik P&G di Karawang melalui, seperti efisiensi penggunaan air, listrik, dan energi dalam kegiatan sehari-hari di pabrik, hingga konsisten dalam menerapkan zero waste to landfill.

Ketiga, mengintegrasikan kegiatan keberlanjutan di bidang sosial dan lingkungan, melalui penerapan konsep 3 R (reduce, reuse, recycle) di lingkungan tempat karyawan tinggal.

Ditegaskan Head of Corporate Communications P&G Indonesia Dinda Kusumawardani, ketiga upaya tersebut ditargetkan untuk berlangsung selama dua tahun ke depan, dan senantiasa berkembang seiring dengan kebutuhan saat ini. Di awal peluncurannya, Conscious Living akan difokuskan kepada poin ketiga, yakni penerapan konsep 3R guna meningkatkan kesadaran karyawan.

“Bekerja dari rumah bukan berarti kita berhenti berbuat baik, terutama berbuat baik kepada lingkungan sekitar. P&G Indonesia Conscious Living merupakan wujud nyata perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab berkelanjutan yang memberikan dampak berarti bagi bumi sekaligus komunitas di sekeliling kami. Karyawan P&G merupakan sasaran paling tepat untuk membangun sadar lingkungan bersama, sembari Perusahaan terus berinovasi menghadirkan produk yang makin ramah lingkungan,” paparnya.

Lebih jauh ia menerangkan, dukungan Conscious Living yang diberikan P&G untuk karyawannya berupa training atau workshop mengenai pentingnya konsep dan penerapan 3R, pelayanan logistik pemilahan, dan pengangkutan sampah anorganik dari rumah karyawan. “Program ini merupakan kerja sama P&G Indonesia dengan mitra eco-living kami, Waste4Change,” sambungnya.

Pada fase awal, sebanyak 50 karyawan P&G berkesempatan untuk “walk the talk” konsep 3R, serta berbuat baik dengan membantu proses pengolahan sampah anorganik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Fase pertama Conscious Living ini akan dilaksanakan hingga Juni 2021, dan memiliki target pengumpulan sampah sebanyak 2,8 juta ton atau setara dengan 56 Kilogram sampah anorganik. Adapun yang termasuk dari sampah anorganik terbagi menjadi dua kategori, yakni sampah kertas (karton, kertas, kardus) dan sampah non kertas (kaleng, beling, plastik dan besi).

Sementara itu, diuraikan Dinda, pemilahan sampah akan langsung dilakukan dari rumah karyawan masing-masing, yang saat ini lokasinya berada di area Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Setelah itu, akan dilakukan proses pengangkutan sampah sebanyak 2x seminggu, untuk dibawa ke Material Recovery Facility milik Waste4Change. “Upaya ini untuk memastikan kembali bahwa sampah yang telah diangkut dan dipisahkan masih dapat diolah dan disalurkan kepada Recycling Partners untuk di daur ulang (recycle),” yakinnya.

Produk hasil daur ulang selanjutnya dapat digunakan oleh para pelaku usaha maupun industri sebagai keperluan bahan baku produk. “Sedangkan, untuk residu sampah yang tidak bisa di daur ulang, produknya akan disalurkan ke industri semen. Melalui upaya program ini, kuantiti sampah yang disalurkan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akan berkurang,” klaimnya.

P&G akan memonitor dan mengevaluasi kegiatan tersebut secara berkala, untuk ke depannya bisa memperluas skala layanan ke pemangku kepentingan lainnya. “Conscious Living ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber kekuatan untuk menciptakan lingkungan yang tumbuh seimbang dan berkesinambungan, force for good, force for growth,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)