9 Brand Inovatif Ini Perlu Diketahui Marketers

Brand-brand terkemuka dunia seperti Apple, Google dan Coca-Cola cenderung bersifat statis. Menurut Todd Wasserman (2015, sebagaimana dilansir oleh situs http://www.campaignlive.com) mengungkapkan bahwa pada faktanya, apa yang dilakukan oleh brand-brand terkemuka di dunia tersebut sejak diresmikan adalah membangun produk berdasarkan inovasi original mereka. Namun, jika Anda ingin mencari inspirasi produk atau brand inovatif, sebaiknya Anda berkaca pada brand-brand di bawah ini:

1. ECCO: Brand sepatu ini mengklaim bahwa mereka mengelola “setiap langkah” dari proses pembuatan sepatu, termasuk memiliki pusat penyamakan (tannaries)-nya sendiri. Dengan kata lain, Anda dapat melacak jejak proses pembuatan ECCO mulai dari seekor sapi hingga sampai ke retailnya.

ecco

2. Zink. Sebuah perusahaan media masa bernama The Billerica menawarkan pengalaman mencetak dokumen tanpa menggunakan tinta. Bagaimana rahasianya? Brand yang merupakan akronim dari “Zero Ink” ini rupanya mengolah kertas dengan cairan kimia khusus yang dapat menunjukkan gambar atau tulisan ketika diprint.

popup_s1(1)

3. Sprinkles Cupcakes. Ingin makan cupcake di tengah malam namun tidak ada toko kue yang buka? Nampaknya ATM Sprinkles Cupcakes merupakan pilihan pas yang Anda. Memanfaatkan mesin vending kuno, Sprinkles Cupcakes memungkinkan Anda untuk membeli cupcake sekaligus memperhatikan proses saat mesin memilih pesanan Anda.

cupcake-atm

4. Love Beets. Beberapa tahun yang lalu, Pom Wonderful merubah cara dunia memandang buah pomegranate. Sekarang, pasangan di Inggris yang tinggal di New York berusaha melakukan hal yang sama untuk buah bit. Brand Love Beets yang dibuat oleh Guy dan Katherine Shorpshire menggunakan madu dan jahe serta didesain untuk mempromosikan buah bit di kalangan penggemar gourmate.

Love-Beets-Family-Shot

5. Surmesur. Brand retailer ini memilih nama unik ini sebagai cara untuk mencapaikan pesan “sure measure”. Untuk dapat meraih goal tersebut, Surmesur menggunakan sebuah body scanner untuk memastikan bahwa pakaian sangat pas di tubuh konsumen. Tidak hanya itu, Surmesure juga dilengkapi dengan teknologi yang memungkinkan konsumen untuk memvisualisasikan seperti apa penampilan mereka menggunakan produknya tanpa harus mencoba menggunakannya secara langsung.

qc02

6. Jack's. Menaruh pizza di atas alat barbecue? Biasanya ini bukan ide yang bagus. Namun Jack's menyebut dirinya sendiri sebagai “pizza resmi untuk grill”. Rahasianya? Sebuah adonan tipas yang didesain mampu matang sempuran di atas grill.

jacks-pizza

7. Lush. Lush menawarkan sabun yang terlihat sangat enak untuk dimakan. Skin conditioner-nya terlihat seperti ice-cream dan dibungkus menggunakan cairan pint. Lush juga menjual produk mandi yang terlihat seperti buah segar, dan krim kulit yang berbentuk mirip seperti cream cheese.

Lush 2_tcm87-21062

8. Unicredit. Unicredit mungkin merupakan satu-satunya bank yang tidak terlihat seperti bank. Betapa tidak, Unicredit justru terlihat lebih mirip restoran ketimbang bank. Di Unicredit ini, konsumen diundang untuk menggunakan tablet touchscreen untuk mengikuti berita harian ketika mereka menunggu, dan para bankir siap untuk berbicara dengan konsumen termasuk saat cabang tutup.

unicredit_bulgaria_branch_interior-565x377

9. TechShop. TechShop memberikan akses kepada konsumen untuk berhubungan dengan pelaku perusahaan manufacturing profesional, seperti misalnya metal lathes, printer 3D dan laser pemotong.

PGH_FrontDesk_700med

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)