Industri transport dan logistik nasional hampir tak pernah melesu. Diperkirakan nilai bisnisnya secara nasional dalam setahun mencapai Rp 2.000 triliun. Tak mengherankan, jika bisnis tersebut tak pernah sepi dari pemain. Termasuk, para pemain multinasional yang turut merangsek bisnis logistik di Indonesia.

Kamadjaja baru saja melakukan soft launching untuk fasilitas K-Log Park ketiganya di Cibitung, setelah sebelumnya sudah ada di Medan dan Surabaya. Kamadjaja baru saja melakukan soft launching untuk fasilitas K-Log Park ketiganya di Cibitung, setelah sebelumnya sudah ada di Medan dan Surabaya.

PT Kamadjaja Logistics, perusahaan   logistik lokal terbesar  penyedia  end-to-end solution  untuk total supply chain di Indonesia, tak melewatkan gurihnya industri logistik. Untuk membesarkan bisnisnya, Oktober 2014 lalu Kamadjaja baru saja melakukan soft launching untuk fasilitas K-Log Park ketiganya di Cibitung, setelah sebelumnya sudah ada di Medan dan Surabaya.

Fasilitas K-Log Park seluas 18 hektar itu siap diluncurkan secara resmi pada April 2015. Dijelaskan  Chief Executive Officer PT Kamadjaja Logistics Ivan Kamadjaja, "Kawasan K-Log Park Cibitung adalah kompleks logistik terpadu dan terbesar di Indonesia,  yang  menyediakan solusi logistik secara terintegrasi, mulai dari warehousing and distribution, domestic and international freight forwarding, land transport, container yard, hingga toll manufacturing and value added service di bawah satu atap."

Diyakini Ivan, kawasan K-Log Park Cibitung juga menyediakan jaringan supply chain  kompetitif dan terlengkap di Indonesia yang akan   mempermudah  customer  dan principal  Kamadjaja Logistics  menjalankan roda bisnisnya. Kehadiran fasilitas baru tersebut, menurut Ivan, akan melengkapi 20 distribution center yang telah dimiliki Kamadjaja.

"Kami optimistis bahwa  K-Log Park Cibitung yang dibangun dengan nilai investasi lebih dari Rp 500 miliar, dapat memainkan peran strategis sebagai  Integrated Logistics Hub, yang mampu menyinergikan serta meningkatkan mutu layanan logistik di Tanah Air. Fasilitas di Cibitung ini sudah mengoperasikan produk klien seperti AC Daikin dsn produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dari Arnott's dan Frisian Flag," terang Ivan.

Sampai saat ini, kontribusi klien FMCG di Kamadjaja mencapai 60 persen. Di antaranya klien dari Unilever Indonesia, Nestle Indonesia, dan Arnott's Indonesia. Kategori lainnya yang juga ditangani Kamadjaja adalah Daikin dan Holcim Indonesia. "Dengan fasilitas baru di Cibitung ini, kami berharap tahun 2015 ini pendapatan Kamadjaja mampu tumbuh 30 persen," lanjut Ivan, yang menyebutkan bahwa Kamadjaja akan membangun tahap dua dan tiga kawasan K-Log Park Cibitung untuk fasilitas chill dan frozen.

Ivan mengaku, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku pada 1 Januari 2016 mendatang,   menjadi kesempatan  baik bagi Kamadjaja Logistics  untuk memperluas jangkauan pemasaran. Lantaran, hambatan perdagangan makin  berkurang dan nyaris  tidak ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)