Kalau Anda Tak Beriklan Tapi Ingin Besar, Lakukan Ini....

Perancang Zara hanya membuat beberapa salinan dari setiap item. Tak semua sentuhan desain dari busana yag dilihat pelanggannya pada merek lain ditirunya, karena toh tak semua sentuhan design perancang busa terkenal pun diminati pelanggannya.

Karena itu tak mengherankan bila setiap lini produknya terjual dengan cepat begitu produk baru tiba di toko setiap hari. Intinya, ketika pembelanja yang cerdas melihat barang menarik di Zara's, dia tahu bahwa itu tidak akan lama dan harga tidak akan lebih rendah di tempat lain. Setiap bagian adalah "edisi terbatas." Dengan cara demikian, Zara seakan menggiring pelanggannya masuk dalam pembelian impulsif. Ini adalah strategi yang brilian.

Dengan lebih 5000 toko di 77 negara yang berada di dekat toko high-end lainnya, shopsign Zara di gerai ritelnya mempromosikan merek Zara. Pakar mereknya memastikan untuk menghias setiap cabang dengan baik sehingga nama Zara tidak akan dikaitkan dengan estetika kelas bawah. Pakar strateginya juga selalu menyarankan Zara membeli real estat di dekat butik kelas atas sehingga pembeli dapat melihat produk Zara yang lebih murah saat orang menjelajahi toko Gucci.

Ada yang mengatakan merek Zara tidak bisa bertahan karena tidak akan mampu mempertahankan keterjangkauannya dalam menghadapi kenaikan biaya produksi. Tapi saya meragukan itu. Anda mungkin tidak mengetahuinya setelah membalik-balik Vogue atau WWD, Zara saat ini menguasai dunia mode. Tidak percaya? Datang saja ke outletnya yang di Pondok Indah Mall 2 Jakarta Selatan.

 

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)