Mengapa Instagram Penting Digunakan untuk Recruitment Marketing?

Dalam satu tahun terakhir, pengguna Instagram di dunia tampak mengalami pertumbuhan yang cukup siginifikan. Menurut David Drummond, seperti yang dikutip dari Business 2 Community, jumlah pengguna Instagram bertambah 100 juta. Buntutnya, hingga Maret 2015 ini, pengguna Instagram di dunia sudah mencapai 300 juta. Angka itu melebih jumlah pengguna Twitter, yang hanya 288 juta.

Instagram

Perlunya menggunakan Instagram untuk kepentingan recruitment marketing

Menariknya, pertumbuhan itu dipicu oleh segmen youth atau anak muda. Mengapa? Karena, pada tahun 2014 lalu, 90% dari audience Instagram di bawah usia 35 tahun. Oleh karena itu, Instagram menjadi salah satu saluran komunikasi yang paling efektif untuk “berbicara” dengan anak muda.

Berangkat dari fakta itu, David meyakini bahwa Instagram dapat menjadi salah satu tools yang efektif bagi perusahaan dalam melakukan recruitment marketing. Sejatinya, melakukan perekrutan demi memperoleh tenaga muda guna ditempati di divisi marketing tidaklah mudah. Mengingat, kebutuhan tenaga pemasaran atau marketer kini tengah booming. Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan merek sekaligus reputasi perusahaan yang baguslah yang bakal diminati para calon marketer.

Oleh karena itu, disarankan David, penting bagi perusahaan untuk mendapatkan perhatian segmen youth untuk mengisi tim divisi marketing. Salah satu cara recruitment marketing yang efektif adalah via social media Instagram. Hal itu ditandai dari hasil laporan tahunan High Flier di UK. Merujuk The Graduate Recruitment Market di 2015, saat ini tengah terjadi tren di Inggris di mana perusahaan berlomba-lomba untuk memperoleh luluasan terbaik, seiring dengan bertumbuhnya jumlah lulusan pascasarjana.

Tren itu jugalah yang mulai mewabah di Indonesia. Menurut Rektor Telkom University Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D, tren pendidikan di Indonesia yang kini tengah mengarah pada demand lulusan S2 ditandai dengan bertumbuhnya jumlah lulusan pascasarjana. “Pada dua hingga tiga tahun terakhir ini, jumlah lulusan pascasarjana bertumbuh signifikan. Salah satu sebabnya adalah permintaan industri akan lulusan S2 juga meningkat,” katanya.

David pun menyarankan para pengelola merek untuk memanfaatkan Instagram untuk recruitment marketing. Namun, lakukankah dengan cepat, tapi jangan terburu-buru. Menggunakan Instagram untuk tujuan recruitment marketing di perusahaan Anda tidaklah sesederhana melontarkan pesan perusahaan Anda. Salah satu alasan Instagram memiliki reputasi yang baik, karena pengguna muda di Instagram tidak sepenuhnya mem-posting setiap pikiran konyol di kepala mereka. Hal itulah yang harus juga menjadi pertimbangan perusahaan atau pemilik merek. Jika pengelola atau pemilik merek hanya memposting konten atau pesan merek yang sama di Instagram, maka mereka dijamin akan gagal.

Sejatinya, menggunakan Instagram untuk mempromosikan merek Anda tentu saja sangat berbeda ketika harus menggunakan Facebook, Twitter, atau LinkedIn. Hal yang terpenting adalah bahwa Anda hanya dapat menyertakan satu link pada halaman profil Anda. Anda harus merancang dengan kreatif pesan yang ingin Anda sampaikan dan pastikan pesan itu dapat terangkum dalam satu gambar saja.

Lantas, bagaimana caranya menciptakan pesan merek di Instagram?

1. Ciptakanlah citra merek yang baik lewat sebuah pesan gambar Untuk dapat menciptakan image yang baik, perhatikanlah sejumlah hal yang memang dinginkan oleh para pengguna Instagram. Menurut David, hal-hal yang pengguna Instagram inginkan adalah inspirasi dan keaslian. Untuk itu, buatlah pesan dan gambar yang sederhana dengan satu titik yang fokus, yang tentu saja diikuti dengan kualitas yang sangat baik. Pastikanlah bahwa ada brand engagement di sana.

Menurut sebuah studi 2013 Ofcom, 77% dari usia 16-24 tahun memiliki smartphone. Itu artinya, 50% lebih tinggi dari seluruh jumlah penduduk. Pengguna akan melihat konten merek Anda di layar kecil, alias layar smartphone. Oleh karean itu, jangan membuat pesan atau gambar merek Anda terlalu rumit atau berskala besar.

2. Jadilah otentik Pesan merek yang direspon oleh pengguna Instagram adalah merek-merek yang mampu menciptakan gambar baru yang otentik. Oleh karena itu, gunakan gambar yang nyata tentang bisnis dan merek Anda. Jika Anda dapat menyertakan orang nyata yang bekerja untuk Anda, maka itu lebih baik.

3. Pastikan bahwa gambar atau pesan komunikasi terkoneksi dengan brand Caranya, brand harus mampu menginspirasi pengguna Instagram. Apa pun yang Anda posting di akun Instagram perusahaan harus mampu menanamkan inspirasi pada mereka yang melihatnya. Sebab, generasi milenium adalah salah satu keinginannya adalah dapat memberikan dampak postif sekaligus perubahan pada lingkungan atau komunitasnya.

Dalam sebuah studi Millenial di tahun 2014 oleh Bloom Worldwide, 47% dari responden mengatakan mereka ingin bekerja di luar negeri. Jadi, cobalah membawa audience “ke luar” melalui konten Anda. Bawa audience Anda dalam perjalanan merek Anda.

4. Ukurlah efektivitas brand campaign Anda di Instagram Anda harus realistis dan berfikir jangka panjang ketika melakukan pelacakan tentang hasil strategi komunikasi di Instagram. Anda tidak akan dapat melacak postingan tertentu—sebab tidak ada link. Namun, Anda dapat melacak brand sentiment. Nah, untuk mendapatkan hasil yang akurat, Anda harus membuat kampanye komunikasi yang “nendang” sejak awal. Jika perlu, jalankan survei kepada para pengguna media sosial, sebeum Anda mulai menggunakan Instagram. Dengan demikian, Anda dapat melacak hasilnya, dengan membandingkan hasil survei sebelum dan sesudah menggunakan Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)