Taro Go Green, Menciptakan Agen Perubahan di Kalangan Anak

Seperti penilaian juri Bambang Sumaryanto, program “Taro Go Green – Aksiku si Penjaga Lingkungan ini” dilandasi pemikiran yang tepat yaitu pendidikan perubahan sikap dimulai dari masa kanak-kanak. Dengan menjadi si Penjaga Lingkungan, diharapkan anak akan berperan aktif menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, membagi pengetahuan dan berperan aktif untuk mengajak teman-teman seusianya, bahkan bila memungkinkan mengajak orang dewasa seperti orang tua dan saudara. Dengan demikian akan tercipta efek bergulir, di mana satu anak peserta akan menulari beberapa anak lain yang juga mempunyai sikap positif terhadap pelestarian lingkungan.

Program CSR Taro Program CSR Taro

Program ini terdiri dari lima kegiatan. Kegiatan pertama, Goes to School Go Green ke 10 sekolah dasar (SD) di wilayah Jabodetabek bersama Majalah CnS Junior. Dalam kegiatan tersebut, siswa dari kelas 4 dan 5 diajak mengenal berbagai penyebab global warming, dampak sampah pada lingkungan dan pemanasan global akibat gas metana. Anak juga diajak aktif melakukan 3D (reduce, reuse, dan recycle) serta diajak praktik langsung penanaman dan perawatan pohon.

Kegiatan kedua adalah Konferensi Petualang Taro yang ditujukan untuk audience tahap usia pra remaja. Konsep program berupa pemberian materi seputar pemanasan global melalui diskusi kelompok, presentasi ilmiah, tugas tantangan, kunjungan dan pengamatan langsung di air terjun, hutan, serta tempat daur ulang sampah. Diselingi dengan kegiatan kreativitas dan pentas seni yang menyenangkan, kegiatan ini memberikan pengalaman pribadi yang kuat kepada peserta. Waktu penyelenggaraannya 11-14 Januari 2014 di Cico Resort, Cimahpar Bogor, hutan pinus Kebun Raya Bogor, Air Terjun 7 Bidadari, dan Depo daur ulang Budha Tzu Chi.

Kegiatan ketiga adalah Temu Duta Sekolah yang ditujukan untuk tahapan usia kanak-kanak akhir. Konsep program berupa penyampaian materi seputar global warming dan segala permasalahan air dalam bahasa yang ringan sesuai tahapan kognitif anak dan dalam bentuk permainan seperti permainan detektif sungai yang mengajak anak meneliti kadar pencemaran berdasarkan aneka hewan yang bisa ditemui. Waktu penyelenggaran 29-31 Maret 2014 di Cico Resort, Cimahpar Bogor—sebagai tempat bermalam, Air terjun 7 Bidadari, Waduk Jatiluhur, dan Bendungan Katulampa.

Kegiatan keempat, Gathering Reporter Cilik Media Indonesia dalam rangka Hari Bumi. Kegiatan program berupa penyampaian materi dan lomba penulisan Go Green serta kreasi daur ulang keping CD menjadi jam dinding. Jumlah reporter cilik yang cukup banyak dan minat mereka kepada jurnalistik merupakan potensi untuk mendapatkan anak-anak muda yang memiliki sikap positif terhadap pelestarian alam. Waktu penyelenggaraannya 3 Mei 2014 di Kampung 99 pepohonan, Depok.

Kegiatan kelima, Workshop Hari Lingkungan Hidup yang diadakan berturut-turut di Solo pada Juli 2014, Bandung pada Agustus 2014, dan Malang pada September 2014 dengan target peserta tahapan kanak-kanak usia akhir.

Menurut Bambang, konsep program itu bagus dan telah berhasil dikemas melalui program yang baik. Namun tantangan selanjutnya, Taro harus bisa memastikan bagaimana caranya agar anak-anak peserta tersebut benar-benar berfungsi menjadi agent of change bagi sekitarnya, keluarga maupun teman-temannya dalam jangka panjang. Untuk mewujudkan keberlanjutan tersebut, Bambang menyarankan agar Taro melanjutkannya dengan program post-workshop dengan bercerita di komunitas mereka melalui pembentukan komunitas khusus Taro-Green Hero.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)