10 Stretegi Membidik Gen Z di Instagram

Sebagai generasi termuda, Gen Z yang lahir setelah 1995 tercatat menjadi pasar masa depan bagi brand. Gen Z adalah juga generasi pertama yang lahri saat komputer (PC), ponsel, dan internet sudah ada di mana-mana. Pendeknya, mereka adalah generasi yang benar-benar digital minded.

Salah satu platform digital yang paling digandrungi oleh generasi Z adalah Instagram. Merujuk laporan The Drum, Gen Z secara teratur menggunakan Instagram. Oleh karena itu, para pemasar yang tengah mengincar Gen Z sebagai target marketnya, perlu memahami betul karakter Gen Z di Instagram.

Deep Patel dalam artikelnya yang dirilis di Forbes.com, mengungkapkan bahwa ada 10 tips yang dapat dilakukan pemasar untuk memanfaatkan Instagram sebagai kanal pemasaran pada Gen Z.

#1 Wawancarai Pelanggan Gen Z Seperti halnya demografis, pemasar harus terlebih dahulu menciptakan buying persona yang membantu setiap orang di perusahaan untuk lebih memahami target pelanggan. Jika Gen Z benar-benar menjadi pelanggan yang disasar oleh brand, maka masuk akal bagi tim pemasaran untuk mewawancarai pelanggan dan Gen Z yang prospektif guna memahami susunan demografi dan psikografis mereka.

Ada banyak hal yang dapat diperoleh dari hasil wawancara dengan Gen Z. Pertama, dapat membantu mengetahui minat pelanggan Gen Z saat mereka berbelanja produk atau layanan yang serupa dengan merek yang Anda wakili. Termasuk, mengetahui apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan mereka? Kapan mereka biasanya tertarik untuk membeli produk atau layanan? Apa harapan mereka terhadap proses pembelian? Kedua, pemasar harus memahami bagaimana pelanggan Gen Z ingin mengkonsumsi informasi. Apakah anggota Gen Z menggunakan Instagram untuk menemukan atau mencari produk baru, atau apakah mereka menggunakan Instagram untuk meneliti produk yang telah mereka temukan melalui saluran lain (atau keduanya)?

#2 Gunakan Instagram Stories Menurut sebuah survei yang dirujuk dalam Social Media Week, 78% responden mengatakan bahwa mereka menggunakan Snapchat setidaknya sekali sehari. Selanjutnya, 88% responden mengatakan mereka menggunakan Snapchat untuk tetap berhubungan dengan teman. Lantas, apa hubungannya Snapchat dengan Instagram?

Instagram Stories adalah fitur yang berasal dari mekanisme Snapchat. Itu artinya, Gen Z yang juga pengguna Instagram cenderung menggunakan Instagram Stories, karena mirip dengan bagaimana mereka menggunakan Snapchat. Bagi merek yang tertarik untuk terhubung dengan pelanggan Gen Z atau Gen Z yang prosepektif, maka menggunakan Instagram Stories bisa menjadi cara yang efektif untuk tetap terhubung dengan mereka.

#3 Bereksperimen dengan Video Instagram Sebuah laporan dari Defy Media menunjukkan bahwa 50% responden Gen Z tidak dapat hidup tanpa YouTube. Bagi merek yang tengah mengincar Gen Z lewat kanal Instagram, maka masuk akal untuk mempertimbangkan membuat konten video di Instagram. Misalnya, merek seperti GoPro (salah satu produk favorit di Gen Z) yang cukup banyak menyajikan konten video di Instagram.

#4 Investasi di Instagram Analytics Tanpa memahami bagaimana kinerja Instagram, akan sulit bagi pemasar untuk mengetahui apakah kanal Instagram berkinerja baik. Sementara Instagram menawarkan beberapa fitur analisis, maka ada sejumlah platform Instagram Analytics dari pihak ketiga yang dapat membantu pemasar saat mencoba mendekatkan diri dengan Gen Z. Sejatinya, berinvestasi dalam alat analisis Instagram akan membantu tim pemasaran membuat konten yang benar-benar efektif untuk pengikut Gen Z.

#5 Berkolaborasi dengan Gen Z Influencer Temuan yang dirujuk dalam Axios menyoroti betapa berbedanya Gen Z influencer dari selebriti yang popular dengan generasi lainnya. Gen Z Influencer terkenal antara lain Amandla Stenberg (dibuat terkenal oleh penampilannya di The Hunger Games) dan Shawn Mendes (penyanyi YouTube yang popular). Menemukan seorang influencer yang memiliki pemirsa Gen Z juga dapat membantu merek terhubung dengan Gen Z.

#6 Buat Konten Web Perusahaan Berformat Mobile

Gen Z adalah juga generasi mobile pertama. Menurut penelitian dari Google, 78% remaja menggunakan smartphone, 69% menggunakan laptop, dan 68% menonton televisi. Hanya beberapa Gen ingin mendorong pengunjung Instagram ke situs web perusahaan, maka sangat penting jika situs web dioptimalkan untuk format selular atau mobile. Jika tidak, pengunjung Gen Z mungkin akan mendapati pengalaman yang idak menyenangkan pada web perusahaan Anda.

#7 Mengartikulasikan Visi Positif Perusahaan

Menurut data dari Marketo, 60% Gen Z ingin pekerjaan mereka memberi dampak pada dunia dengan cara yang positif. Selanjutnya, 76% prihatin tentang dampak kemanusiaan terhadap lingkungan. Gen Z peduli untuk membuat perbedaan, dan mereka lebih memilih merek yang peduli juga. Untuk menarik Gen Z di Instagram, maka pertimbangkanlah untuk membuat konten yang mengartikulasikan visi yang jelas dan positif tentang bagaimana merek Anda dapat membuat dunia menjadi lebih baik.

#8 Cross Promote Di YouTube

AdWeek melaporkan bahwa 95% Gen Z menggunakan YouTube. Merek yang tertarik untuk mengembangkan Instagram, maka harus mempertimbangkan untuk berinvestasi di konten YouTube untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup Gen Z. Konten ini bisa berupa konten iklan yang dibagikan di saluran Gen Z populer seperti Pewdiepie, atau konten asli yang secara alami menarik perhatian pemirsa Gen Z.

#9 Mengedukasi Pengikut (Follower) Gen Z

Laporan Marketo juga mengungkapkan bahwa 52% Gen Z menggunakan jaringan media sosial atau YouTube untuk tujuan penelitian. Anggota Gen Z terbiasa beralih ke jejaring sosial saat mereka ingin mengedukasi diri mereka sendiri. Oleh karena itu, masuk akal bagi merek untuk menggunakan Instagram sebagai saluran yang dirancang untuk mengedukasi follower tentang produk atau layanan dengan cara yang informatif dan tidak bias.

#10 Jadikan Merek Favorit Gen Z Sebagai Inspirasi

The Huffington Post baru-baru ini menerbitkan sebuah daftar laporan merek yang paling menarik bagi anggota Gen Z. Brands seperti Nike, Doritos, YouTube, dan Oreo masuk dalam daftar Top-10. Pemasar yang tertarik untuk mengincar Gen Z di Instagram harus menganalisis jenis konten yang dimiliki oleh merek-merek tersebut dan mempertimbangkan untuk memilih sekaligus membuat konten serupa. Tentu saja, harus disesuaikan dengan industri mereka masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)