Belajar dari Top 5 The Clever Marketing Campaign

Memasuki era digital, ada banyak kampanye pemasaran yang kini tengah bersaing memperebutkan hati publik, termasuk publik di dunia maya, alias netizen. Untuk itu, pemasar atau marketers pun dituntut untuk menghadirkan kampanye pemasaran yang cerdas (clever marketing campaign) guna merebut simpati mereka.

always_like_a_girl1

Lantas, bagaimana caranya? Ya, pemasar harus mampu menciptakan the clever marketing campaign yang berkesan dan unik bagi publik. Sebagai referensinya, pemasar dapat melihat lima kampanye marketing yang cerdas dan berani tampil beda di bawah ini.

1. Atlanta Hawks 'Swipe Right Night' Musim lalu, Atlanta Hawks dikenal sebagai acara yang paling mengesankan dalam sejarah olahraga profesional baru-baru ini. Mereka menyebutnya sebagai kampanye “Swipe Right Night”. Kampanye tersebut dikemas seperti sebuah drama di Tinder -- aplikasi kencan yang populer di kalangan milenium – hingga berujung pada tingginya penjualan tiket NBA.

Melalui kampanye itu, Atlanta Hawks mendorong penggemar yang hadir untuk “Swipe Right” atau mengatakan kepada pasangan kencan potensial yang sedang dibidik untuk memenangkan akses ke "Love Lounges", yang juga dihuni oleh para single lainnya. Sepanjang acara berlangsung, Atlanta Hawks juga berjanji kepada para penggemar yang yang memenuhi syarat dapat mengisi beberapa blog feminis Jezebel. Bahkan, Bud Light juga menawarkan penggemar mendapatkan kesempatan untuk memenangkan tiket ke permainan lainnya yang juga mensponsori acara itu

Kampanye itu dinilai berhasil karena selain unik, juga begitu banyak tim olahraga profesional yang mendaur ulang peristiwa itu setiap musimnya, sehingga publik dapat melihat sesuatu yang sama sekali baru dan inovatif. Alasan kedua, acara tersebut fokus pada target pasar yang diincar, yakni segmen milenium. Ketiga, kampanye tersebut mampu fokus pada experience, bukan kampanye yang membosankan.

2. 'The Dress' Campaign Ingat fenomena gaun yang terjadi pada Februari lalu di global? Ya, kampanye “The Dress” mampu mengajak semua orang untuk berpikir dan bekerja tentang apakah gaun dalam gambar yang ditayangkan adalah pasangan biru-hitam atau putih-emas. Kampanye itu juga memicu banyak kreativitas dari berbagai perusahaan yang berbeda.

Dunkin 'Donuts adalah salah satu pemenang pada Kampanye “The Dress”. Dunkin mem-posting gambar besar dua donat yang berbeda, warna biru dan hitam serta putih dan emas. Pada kesempatan itu, Dunkin memberikan keterangan "Tidak peduli apakah itu biru-hitam atau putih-emas, mereka masih memiliki rasa lezat”.

Sementara LEGO, memposting gambar kreatif dua tokoh LEGO yang berbeda dengan diriingi hastag "#whiteandgold atau #blackandblue? Kami menemukan caranya: Anda dapat memiliki keduanya! #TheDress #dressgate.

3. Kampanye “Selfie Coupon Code” Sebelum Kampanye “Selfie Coupon Code”, Urban Hilton Weiner’s adalah perusahaan pakaian yang relatif tidak begitu dikenal. Sekarang, paska kampanye tersebut, merek tersebut sering dibahas di dunia fesyen. mode. Melalui kampanye di media sosial itu, Urban Hilton Weiner’s mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan kupon senilai $ 10 untuk setiap orang yang memposting selfie mengenakan salah satu item pakaian mereka dengan hashtag #urbanselfie. Kampanye itu sukses besar. Tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi yang paling penting adalah meningkatkan visibilitas merek Urban Hilton Weiner’s.

4. British Airways: 'The Magic of Flying' British Airways memanfaatkan aplikasi mobile dan teknologi berbasis lokasi untuk membuat salah satu kampanye yang paling fenomenal. British Airways membangun billboard digital di daerah yang memiliki trafik yang sangat tinggi, dengan menampilkan gambar billboard berupa seorang anak menunjuk ke langit. Ketika sebuah pesawat terbang di atasnya, maka kemudian billboard menampilkan sebuah teks pemberitahun tentang nomor penerbangan dan tujuan akhir dari pesawat itu. Itu semua dilakukan untuk menyampaikan pesan bahwa British Airways menawarkan “more flights to more destinations”.

5. Kampanye #LikeAGirl Kampanye #LikeAGirl dari Always—sebuah organisasi yang peduli terhadap perempuan—mempertanyakan kepada publik mengenai pandangan mereka tentang kata “Like A Girl”. Alih-alih menggunakan frase “Like A Girl” atau "seperti seorang gadis"—yang kerapkali dinilai berkonotasi negatif serta bermakna merendahkan—kampanye tersebut berusaha untuk mengubah frase tersebut menjadi bermakna positif. Iklan dimulai dengan meminta orang-orang dewasa dan anak-anak muda untuk meniru ungkapan-ungkapan seperti “Throw like a girl” atau “Run like a girl.” Selanjutnya, para gadis muda pun diminta untuk meniru frase yang sama.

Kampanye yang sudah dimulai sejak 2014 itu masih terus berlangsung hingga sekarang. Tak hanya menyaksikan video-video, para gadis muda pun bisa ikut terlibat. Mereka bisa memposting apapun, termasuk video, yang berkaitan dengan perempuan dengan menggunakan hashtag #LikeAGirl.

Hasilnya, sama sekali berbeda. Gadis-gadis muda tersebut memiliki citra yang jauh lebih positif. Kampanye tersebut dilihat oleh lebih dari 55 juta di YouTube dan memperoleh lebih dari 200.000 like di YouTube. Bahkan, meraih ratusan ribu komentar di Facebook dan mendulang lebih dari 40.000 tweet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)